Brilio.net - Bagi seorang ibu, peralatan rumah tangga menjadi salah satu barang berharga yang mereka lindungi. Apalagi kalau bersangkutan dengan peralatan wadah Tupperware. Nggak diletakkan di tempat semula saja, para ibu-ibu sudah pasti kebingungan nyarinya. Para anggota keluarga pun bisa jadi imbasnya.

Sudah menjadi rahasia umum jika ada anggota keluarga yang merusak atau menghilangkan Tupperware akan berakibat dimarahi oleh ibu. Tupperware memang bukan barang asing lagi di kalangan masyarakat.

Salah satu produk peralatan rumah tangga yang sangat terkenal ini banyak diganderungi oleh ibu-ibu. Bahkan kabarnya, kini Tupperware bisa digunakan sebagai barang gadai di Manado.

Dianggap sebagai "barang berharga" tak sedikit anggota keluarga yang justru takut dan harus berhati-hati saat menggunakan Tupperware di luar rumah. Seperti yang dialami oleh seorang pria di Malaysia ini.

Lewat akun media sosial Facebooknya, pria yang menjemput putranya di sekolah ini membagikan pengalaman kocaknya. Sang anak diketahui lupa membawa pulang tempat minum Tupperware-nya. Dapat telepon dari salah satu guru jika ada barang yang tertinggal, pria itu langsung panik dan kembali ke sekolah bahkan sempat dihadang oleh satpam.

Loading...

Dilansir brilio.net dari Mothership pada Jumat (24/1), pria bernama Mohd Fadli ini mengaku jika pengalaman singkat tersebut cukup membuatnya panik dan stres. Cerita bermula saat ia menjemput anaknya bernama Asyraff pada pukul 18.30 waktu setempat di sekolah. Saat akan pulang, sang anak berkata padanya jika dompetnya ketinggalan di kelas.

Mohd Fadli menyebutkan jika di dompet anaknya yang ketinggalan terdapat uang sebesar 8 ringgit atau sekitar Rp 27.000. Mohd Fadli tetap mengajak anaknya pulang karena ia bisa mengambilnya lagi besok.

Pria panik Tupperware tertinggal  berbagai sumber

foto: Facebook/Mohd Fadli Salleh

"Aku malas kembali ke sekolah. Kelasnya juga cukup jauh dari gerbang sekolah,” tulisnya di Facebook.

Namun saat di tengah perjalanan, sang anak kembali mengatakan jika ia juga meninggalkan Tupperware di kelas. Dengan cepat, Mohd Fadli langsung menginjak rem motornya dan berbalik ke sekolah.

"Kenapa kamu nggak bilang? Jika uang itu hilang, ayah bisa niatkan buat sedekah. Tetapi jika botol air kamu hilang, kamu bukan satu-satunya yang akan dimarahi. Ayah mungkin akan mati juga," tulis Mohd Fadli saat menjawab ucapan anaknya.

Awalnya Asyraff tak yakin jika tempat minumnya adalah Tupperware dan mengajak ayahnya untuk pulang. Tetapi Mohd Fadli memilih untuk tetap kembali ke sekolah karena takut dimarahi istrinya. Saat diamati, ternyata benar tempat minum itu adalah Tupperware.

Saat hendak keluar dari sekolah, Mohd Fadli dan anaknya dihadang satpam. Ia ditanya untuk apa kembali ke sekolah dan apa yang telah ia ambil.

"Hidupku," ucap Mohd Fadli.