Brilio.net - Istora Senayan mendadak berubah jadi lautan tawa. Riuh rendah suara penonton sudah terasa sejak pintu masuk dibuka. Ada wajah-wajah lama yang setia mengikuti perkembangan dunia komedi, tapi banyak juga penonton baru yang tidak mau ketinggalan momen sejarah ini. Malam itu bukan sekadar pertunjukan biasa. The Founder5 II: Unfinished Business resmi menjadi panggung perpisahan bagi formasi legendaris dalam sejarah komedi Indonesia.
Panggung langsung panas lewat aksi stand-up Ali Akbar, Isman H.S., Pandji Pragiwaksono, dan Dany Beler. Gaya komedi masing-masing sukses memancing tawa tanpa henti. Tidak butuh waktu lama sampai seluruh area Istora bergetar karena antusiasme yang meluap. Suasana makin meriah saat Raditya Dika dan Ernest Prakasa beraksi dalam permainan mannequin yang sangat spontan. Belum reda tawa penonton, Raditya Dika lanjut lagi bermain sound effect bersama Ryan Adriandhy.
Kolaborasi Sketsa dan Nyanyian yang Pecah
foto: Instagram/@goldlive.indonesia
Ada juga momen unik saat Pandji Pragiwaksono dan Raditya Dika adu vokal lewat improv bernyanyi lintas genre. Ryan Adriandhy, Ernest Prakasa, dan Isman H.S. bertugas sebagai host yang menambah keseruan suasana. Bagian paling ditunggu akhirnya muncul. Sketsa bertema reformasi hadir dengan alur yang tidak terduga. Mister Aloy dan Ummi Quary tampil sebagai mahasiswa, sementara Adi Arkiang berperan jadi presiden didampingi Ali Akbar sebagai ajudan. Kejutan datang dari para founder yang muncul sebagai pembisik dari surga dan neraka. Kehadiran Hifdzi Khoir sebagai dalang benar-benar menjadi pelengkap yang sempurna. Hifdzi menjelaskan alur cerita sambil bernyanyi dalam berbagai genre. Penonton benar-benar dibuat terhibur sampai segmen berakhir.
M. Faqih Mulyawan selaku CEO GOLDLive Indonesia memastikan kenyamanan setiap orang, termasuk yang menonton lewat layar HP via live streaming. Kualitas panggung yang matang membuat setiap momen terasa sangat dekat. Bagi Pandji Pragiwaksono dan Raditya Dika, malam itu adalah tentang menikmati setiap detik di atas panggung bersama sahabat lama. Reaksi penonton pun terasa sangat beda karena semua orang benar-benar menikmati momen kebersamaan yang jarang terjadi ini.
Malam itu ditutup dengan ensemble scene yang emosional. Chemistry yang sudah dibangun bertahun-tahun sangat terasa di setiap segmen. Penonton pulang membawa senyuman setelah menyaksikan akhir sebuah bab penting di Istora Senayan. Ini adalah penutup yang sangat layak bagi perjalanan panjang sebuah formasi ikonik dalam dunia komedi.
Recommended By Editor
- Seperti ibu tangguh namun lembut, Medicare tawarkan sabun perlindungan keluarga 48 jam tanpa iritasi
- CEO Vidio Sutanto Hartono ungkap alasan dibalik tingginya minat konten lokal
- Jadi penutup era, Founder5 berikan satu performa terakhir yang tak akan terulang lagi
- Begini jadinya saat Fedi Nuril duduk di 'kursi panas' diroasting Pandji, Abdur Arsyad, sampai Saykoji
- Tak hanya nonton teater, FMI 2025 beri pengalaman imersif dengan lighting modern & aransemen orkestra
- Rayakan HUT ke-12, RS EMC Sentul resmikan gedung baru dan deretan inovasi terbaru

































