Brilio.net - Winnie the Pooh, karakter lucu beruang madu ini memang menjadi tokoh favorit anak-anak.

Karakter fiksi beruang ciptaan A. A Milne ini terbit pada tahun 1926 dengan judul “Winnie The Pooh”. Diikuti dengan buku kedua berjudul “The House At The Pooh’s Corner” yang terbit pada tahun 1928.

Buku yang diilustrasi oleh E. H Shepard ini kemudian diadaptasi oleh The Walt Disney Company menjadi tayangan serial televisi dan film. Di Indonesia sendiri, serial  Winnie The Pooh pernah ditayangkan di salah satu televisi swasta.

Namun ada satu pertanyaan besar yang hingga kini masih menjadi tanda tanya. Dalam serial kartunnya, Winnie, si beruang tidak pernah jelas digambarkan apakah dia seorang laki-laki atau perempuan. Winnie hanya digambarkan sebagai seekor beruang madu yang menggemaskan.

Dikutip brilio.net dari website resmi Disney, Selasa (16/6) memang tidak pernah dijelaskan apa jenis kelamin Winnie. Dalam situs tersebut hanya dijelaskan masing-masing karakter yang ada seperti Piglet, Tiger, Kanga dan Eeyore.

Loading...

Nama 'Winnie' sendiri memang biasanya digunakan oleh perempuan. Lalu apakah Winnie the Pooh adalah beruang betina? Jawabannya tidak! Ada satu kata kunci yang menunjukkan bahwa Winnie adalah seekor beruang jantan.

Dalam website Disney tersebut dijelaskan bahwa satu-satunya karakter perempuan dalam kartun tersebut adalah Kanga, si Kanguru.

Fakta tersebut jelas menunjukkan bahwa sejatinya, si beruang tersebut adalah laki-laki. Walau begitu kartun ini masih menuai kontroversi di berbagai negara. Bahkan, di Polandia, Winnie the Pooh dilarang tayang karena tidak bercelana dan tidak jelas apakah dia seekor beruang jantan atau betina.

BACA JUGA:

Pacar Barbie meninggal karena kanker

Ternyata aksara Jawa Hanacaraka adalah sebuah puisi

VIDEO: Pelukan seorang ibu menghidupkan anaknya kembali

Kisah tragis episode terakhir Tom dan Jerry

Siapa sebenarnya ibu dan bapak dari Masha? Ini penjelasannya

Siapa gerangan wanita penenun di uang kertas Rp 5.000?

Abdul Jhalil & Khotijah, 'pengantin' yang dinikahkan lalu digiling