Brilio.net - Lima kali sehari adzan dikumandangkan dari masing-masing masjid. Seruan yang tentunya sudah tak asing di telinga itu diawali oleh seorang sahabat nabi bernama Bilal, sehingga pada satu dua masjid/mushola istilah muazin disebut dengan bilal.

Ritual shalat, perintah puasa, serta aturan tentang zakat telah jelas perintahnya, namun belum ketika itu belum ditemukan metode memanggil orang-orang untuk mendatangi masjid melakukan shalat berjamaah. Dikutip dari Tariq Ramadan dalam Biografi Intelektual-Spiritual Muhammad, sang nabi sempat ingin mengimitasi cara dari agama Yahudi atau Kristen yaitu dengan bel atau tanduk hewan.

Namun suatu kali seorang Anshar Abdullah ibnu Zayd menceritakan mimpinya pada Nabi Muhammad mengenai seorang lelaki yang mengajarinya suatu metode memanggil orang-orang untuk shalat. Nabi yang mengamini perihal mimpi tersebut lantas memanggil Bilal yang terkenal punya suara merdu untuk berdiri di puncak rumah tertinggi dekat masjid guna memanggil orang-orang supaya shalat.

Panggilan yang mengandung sisi spiritualitas sekaligus estetika ini berisi kalimat-kalimat yang kini kamu dengar sehari-hari, tak berubah sejak Bilal mengumandangkan pertama kali. Berbagai variasi suara, ritme, dan intonasi telah berumandang di suluruh penjuru dunia selama hampir 15 abad.

BACA JUGA:

Loading...

Belajar keteguhan hati dari Bilal, budak yang jadi muazin pertama

Ini rentang waktu puasa di seluruh dunia, paling lama 22 jam

Di zaman Muhammad SAW, imsak ditandai selesainya bacaan quran 50 ayat

5 Spot ngabuburit asyik dan murah di Yogyakarta

Puasa bukan halangan berolahraga, kamu bisa melakukannya begini

Begini cara menentukan awal Ramadan dan Syawal