Brilio.net - Nama sebuah sekolah dasar negeri di daerah Sonoharjo, Margokaton, Yogyakarta ini sungguh tidak lazim, SD Bokong. Kata Bokong jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia berarti pantat.

Guru di sekolah milik pemerintah kabupaten Sleman tersebut pun kaget dengan namanya yang terdengar tidak lazim. Terutama mereka yang tidak mengetahui asal usul penamaan tersebut.

Mulyati, salah seorang guru di sekolah dasar tersebut, mengungkapkan bahwa nama SD Bokong itu berasal dari nama desa tempat sekolah tersebut didirikan. Dulu desa ini bernama Desa Bokong tapi sekarang sudah berganti dengan nama desa Sonoharjo tuturnya kepada brilio.net.

Sementara dari keterangan warga setempat, Jamari (90), pemakaian nama Bokong tersebut sudah atas kesepakatan penduduk desa setempat pada zaman dahulu. Sekitar tahun 1470-an Desa Bokong, yang kini bernama desa Sonoharjo, adalah salah satu wilayah yang menjadi tempat berdakwahnya Sunan Kalijaga.

Pada tahun tersebut, Sunan Kalijaga menjadikan Desa Bokong dan tujuh desa lainnya sebagai rute untuk dakwah penyebaran agama islam di tanah Jawa. Tujuh desa tersebut adalah Desa Ngino, Susukan, Mbedilan, Gedog, Gandengan, Grogol, dan Senuko. Desa-desa tersebut memiliki letak geografis yang sama, berurutan dari arah utara ke timur.

Waktu itu desa Bokong yang belum memiliki nama, didatangi oleh Sunan Kalijogo. Sewaktu kanjeng Sunan singgah di desa itu, dia diundang untuk hadir pada sebuah acara di masjid desa dan disuguhi ayam ingkung oleh warga setempat.

Hingga acara selesai, kanjeng Sunan memakan ayam yang disuguhkan hanya pada bagian pantat atau bokong saja. Warga pun ramai membicarakaan kejadian ini dan bersepakat untuk menggunakan nama Bokong sebagai nama desa.

Namun setelah ratusan tahun, dengan adanya pergeseran budaya dan peradaban di kampung tersebut, pada tahun 1957 warga menyepakati untuk mengubah nama Desa Bokong menjadi Desa Sonoharjo.

SD ini dinamai Bokong karena kisah Sunan Kalijaga saat makan ayam