Brilio.net - Dengan tinggi 183 cm dan berat badan 149 kg, mantan pelaut yang beralih profesi menjadi atlet angkat besi, David Douglas tentu tahu betul apa arti kata kuat.

Namun David yang mampu mengangkat kurang lebih 350 kg beban tersebut sadar akan satu hal arti sebenarnya dari kekuatan setelah ia bertemu dengan Lindsay Ratcliffe (12).

Lindsay mengidap kelainan genetik langka yang disebut Progeria yakni penyakit langka yang membuat fisiknya menua terlalu cepat. Saking langkanya, penyakit ini hanya dialami oleh satu dari 4 juta bayi diseluruh dunia dan rata-rata memiliki harapan hidup selama 13 tahun saja.

"Kita tidak akan pernah tau bahwa dia (Lindsay) saat ini seperti berperang dengan sesuatu yang sangat berat," kata Douglas, seperti yang dilansir dari situs A Plus.

Douglas dan Lindsay bertemu pada tahun 2013 pada gelaran Angkat Besi 'Relentless'. Event tersebut disponsori oleh HopeKids dan diadakan bagi anak-anak pengidap penyakit langka. Keduanya bersahabat erat sejak saat itu.

Loading...

"Lindsay telah jadi adik kecilku sejak pertama kami bertemu, tidak ada kata yang bisa menggambarkan bagaimana perasaan saya terhadapnya. Rasanya seperti dia telah mengangkat saya dari jurang terjal hanya dengan memikirkan Lindsay, benar-benar anugerah yang berharga," ungkap Douglas.

1. David Douglas boleh jadi adalah seorang atlet angkat besi yang kuat mengangkat ratusan kilo beban, tapi kekuatan terbesarnya berasal dari Lindsay.

Douglas  © 2016 brilio.netfoto : aplus.com

2. "Orang melihatku sebagai seseorang yang sangat kuat, padahal Lindsay-lah yang lebih kuat," ungkap Douglas.

Douglas  © 2016 brilio.netfoto : aplus.com

3. Lindsay yang mengidap Progeria, penyakit langka yang membuat fisiknya menua 8-10 kali lebih cepat.

Douglas  © 2016 brilio.netfoto : boredpanda.com

4. "Lindsay telah jadi adik kecilku sejak pertama kami bertemu," kata Douglas.

Douglas  © 2016 brilio.netfoto : boredpanda.com

5. Jika ada hal yang lebih besar dari fisik Douglas, itu adalah hatinya.

Douglas  © 2016 brilio.netfoto: aplus.com

Reporter: Firda Olivia.