×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Penyesalan Encank tak juga wisuda sampai ayahnya meninggal, sedih....

View Image

0

BRILIO » News

Penyesalan Encank tak juga wisuda sampai ayahnya meninggal, sedih....

Enchank (kanan) bersama ayahnya (tiga dari kanan) semasa hidup. (foto: facebook.com/enchank.enchink/photos

Saking ingin melihat anaknya lulus, orangtuanya bahkan sudah membuatkan jas untuk wisuda.

05 / 01 / 2016

Brilio.net - Seorang anak pasti ingin menjadi yang terbaik dan membanggakan bagi orangtuanya. Meskipun pada pelaksanaannya, anak juga merupakan manusia biasa yang penuh keterbatasan.

Hal inilah yang dirasakan Encank (23), mahasiswa semester tua di salah satu Universitas Negeri di Yogyakarta. Encank mengaku ingin jadi anak yang membanggakan orangtuanya. Tapi apa daya, banyak keterbatasan membuatnya tak juga kunjung lulus kuliah padahal orangtuanya sudah ingin melihat anaknya wisuda.

Saking ingin melihat anaknya lulus, orangtuanya bahkan sudah membuatkan jas untuk wisuda. Tapi sayangnya, ayahnya justru meninggal sebelum semua terlaksana. Dan keinginan Encank untuk membanggakan ayahnya tinggal kenangan.

"Aku sangat menyesal, padahal sudah dibuatkan jas untuk wisuda biar membanggakan Bapak, tapi sekarang baru bisa dipajang saja," ujar Encank kepada brilio.net melalui layanan story telling bebas pulsa ke 0-800-1-555-999, Senin (4/1).

Sebenarnya Encank sudah mempunyai firasat buruk atas kesehatan ayahnya yang memang mempunyai penyakit jantung. Ayahnya juga sempat dirawat di RS Sardjito, Yogyakarta sekitar Juni-Juli 2015.

Loading...

"Sebenarnya, saya sudah seringkali dihinggapi mimpi buruk. Terakhir kemarin, sebelum beliau meninggal saya juga mimpi, dan ternyata jadi kenyataan," lanjut mahasiswa yang berasal dari Cilacap, Jawa Tengah ini.

Ayahnya meninggal tanggal 21 November 2015 lalu, ia kemudian segera pulang ke Cilacap dengan sepeda motornya karena kalau naik kendaraan umum pasti membutuhkan waktu yang lama. Sampai di rumah, Encank mengaku tabah, hanya penyesalan yang membuatnya malu karena belum bisa membanggakan keluarganya, terutama ayahnya sampai beliau meninggal.

"Awalnya masih belum terasa kalau Bapak sudah meninggal, aku nangis waktu melihat jenazah Bapak terakhir kalinya. Kemudian, aku merasa sangat malu karena belum bisa membanggakan keluarga," lanjut dia.

Kini, Encank mengaku berusaha memperbaiki kesalahan-kesalahannya. Ia juga mulai membuat target di hidupnya.

"Sekarang tinggal ibu dan dua adikku, aku harus bisa jadi Bapak untuk mereka. Tahun depan harus lulus kuliah, mencari kerja, dan berharap bisa membawa Ibu umroh," terangnya tentang target hidupnya setelah peristiwa kematian ayahnya.

Setiap orang pasti punya kesalahan, dan memperbaikinya adalah pilihan mereka yang mau berjuang. Semangat Chank!

Cerita ini disampaikan oleh Encank melalui telepon bebas pulsa Brilio.net di nomor 0-800-1-555-999. Semua orang punya cerita. Ya, siapapun termasuk kamu punya kisah tersembunyi baik cerita sukses, lucu, sedih, inspiratif, misteri, petualangan menyaksikan keindahan alam, ketidakberuntungan, atau perjuangan hidup yang selama ini hanya kamu simpan sendiri. Kamu tentu juga punya cerita menarik untuk dibagikan kepada kami. Telepon kami, bagikan ceritamu!





Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    100%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    0%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave more