×
Sign in

Hello There

Sign In to Brilio

Welcome to our Community Page, a place where you can create and share your content with rest of the world

  Connect with Facebook   Connect with Google
Pemilik kebun Amarillys: Ini sebenarnya bunga untuk dijual

View Image

0

BRILIO » News

Pemilik kebun Amarillys: Ini sebenarnya bunga untuk dijual

Pemilik kebun bahkan sempat dimarahi karena kondisi bunga sudah tidak seperti di foto.

30 / 11 / 2015

Brilio.net - Kekuatan media sosial memang sangat dasyat, terbukti dengan kasus yang terjadi di kebun bunga Amarillys di Pathuk Gunungkidul, Yogyakarta. Hanya dengan satu foto yang menjadi viral dapat merusak keindahan seluruh kebun bunga. Tren selfie yang saat ini membuat banyak orang berbondong-bondong datang berebut ingin berfoto di kebun tersebut. Akibatnya banyak bunga yang terinjak, bahkan banyak juga yang mati akibat ditiduri dan diduduki. Lalu bagaimana kata sang pemilik kebun?

Kepada brilio.net Sabtu (28/11) pasangan suami istri Paryanto dan Yuni sang pemilik kebun bercerita. Mereka berdua sudah bertahun-tahun membudidayakan Amarillys sebagai mata pencaharian. Tetapi bukan sebagai tempat wisata. Bibit bunga itu mereka jual dengan harga Rp 5.000. Tidak pernah ada sedikitpun niat untuk mengkomersilkan kebun mereka.

Pemilik kebun Amarillys: Ini sebenarnya bunga untuk dijualBayar seikhlasnya. Paryanto tak berniat komersilkan kebun bunganya.

"Awalnya ada beberapa orang yang minta izin ingin berfoto, ya saya izinkan. Tapi besoknya banyak yang datang bahkan mungkin sampai ratusan orang. Waktu malam saya cek pakai senter ternyata sudah banyak bunga yang roboh dan tidak bisa dijual," ujar Paryanto

Mau tidak mau Paryanto pun membuka kotak sumbangan seikhlasnya bagi yang ingin berfoto di kebunnya. Selain untuk ganti kerugiannya juga akan digunakannya untuk pemulihan kembali kebun tersebut. Dirinya juga sudah berinisiatif memasang beberapa tanda dilarang menginjak, tapi percuma karena tidak dihiraukan oleh pengunjung.

Loading...

Pemilik kebun Amarillys: Ini sebenarnya bunga untuk dijualDilanggar. Imbauan larangan menginjak tak digubris pengunjung.

"Saya juga nggak enak mau memarahi, lagipula saking banyaknya yang datang saya juga bingung bagaimana mau memperingatkannya," ujar pria asli Jogja ini, tipikal orang Jogja yang tidak enakan. Dirinya bahkan sempat dimarahi oleh salah satu pengunjung wanita karena kebun bunganya sudah berbeda dengan apa yang beredar di media sosial.

"Saya kasihan sama yang datangnya belakangan, sudah jauh-jauh kesini tapi bunganya sudah jelek. Kalau memang masih ada yang berminat, niatnya saya akan buat pagar dan jalan setapak supaya tahun depan saat musim berbunga tidak akan terinjak lagi," pungkasnya.







Pilih Reaksi Kamu
  • Senang

    50%

  • Ngakak!

    0%

  • Wow!

    50%

  • Sedih

    0%

  • Marah

    0%

  • Love

    0%

Loading...

RECOMMENDED VIDEO

Wave white

Subscribe ke akun YouTube Brilio untuk tetap ter-update dengan konten kegemaran Milenial lainnya

MORE
Wave more