Brilio.net - Prestasi yang diukir Medina Warda Aulia (18) memang tak ada habisnya. Namanya memang belum dikenal oleh masyarakat luas namun di dunia percaturan kiprahnya begitu dikagumi. Bagaimana tidak, saat usianya baru menginjak 16 tahun, gadis asal Bekasi tersebut sudah meraih gelar Grandmaster catur termuda di Indonesia.

Setelah berhasil menjuarai kompetisi catur tingkat nasional dan dunia seperti juara dunia World School Chess Championship di Singapura, juara di Pardubice Chess Festival di Ceko dan masih banyak lagi. Belum lama ini Medina kembali menorehkan rekor baru yaitu mengalahkan 650 pecatur dalam kompetisi catur online yang diselenggarakan Indosat.

Indosat Grand Master Chess Match adalah kompetisi catur online secara simultan yang diselenggarakan Indosat dengan menggunakan aplikasi "Jago Catur" yang tersedia di di Google Play Store. Medina berhasil mengalahkan tujuh pecatur dan menuai dua kali remis di babak grand final.

Ini merupakan pengalaman pertama Medina karena sebelumnya hanya pernah melakukan tanding simultan melawan 50 orang. Pertandingan Indosat Grand Master Chess Match dengan 650 pecatur melawan Medina ini didaftarkan ke Museum Rekor Indonesia atau MURI sebagai rekor dunia.

"Ini memecahkan rekor MURI dan dunia," kata Medina yang pernah mendapat penghargaan Satya Lancana Wira Karya dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2008 lalu kepada brilio.net Jumat (11/9)

Loading...

Berbicara mengenai lawan terberat selama ini Medina menyebutkan pecatur dari Cina, "Saya pernah bermain dengan salah satu pemain terkuat China, yang juga pemain terkuat di dunia. Pecatur China itu ulet dan nggak mudah menyerah. Kalau yang lainnya mungkin dari India," ujarnya.