Brilio.net - Kekuatan media sosial sangatlah besar. Beberapa tahun yang lalu, kicauan di Twitter mampu menggulingkan kekuasaan di salah satu negara Timur Tengah. Tidak hanya ideologi pemerintah, media sosial juga mampu mengubah kebiasaan negatif, sebagaimana di Kanada. Di negara tersebut, jejaring media sosial juga mampu memengaruhi para anak muda untuk berhenti merokok, sebagaimana dikutip brilio.net dari Nicotine and Tobacco Research, Jumat (12/6).

Pada tahun 2012, Canadian Cancer Society meluncurkan kampanye "Break It Off" sebagai upaya untuk memerangi kebiasaan merokok. Kampanye berhenti merokok ini sangat unik karena menyediakan layanan interaktif. Tidak hanya promosi dalam beberapa media sosial saja, "Break It Off" juga menyediakan aplikasi yang bisa diunggah melalui smartphone.

Melalui aplikasi tersebut, orang-orang bisa secara aktif merekam proses perjuangan untuk berhenti merokok. Selain itu, setiap proges yang telah diraih bisa dibagikan melalui Facebook. Bila ada masalah, para penggunanya bisa menghubungi call center untuk curhat. Dalam kata lain "Break It Off" merupakan jejaring sosial khusus mereka yang ingin berhenti merokok.

Dalam tiga bulan, sebanyak 32% dari pengguna aplikasi tersebut mampu berhenti merokok. Bahkan cara ini lebih efektif dua kali lipat dibandingkan dengan cara tradisional. Hasil dari penelitian ini diharapkan mampu mengubah para pencetus kebijakan publik dalam merancang kampanye kesehatan.

ANDA MUNGKIN MENYUKAI INI

BACA JUGA:

Mahasiswa ini temukan tabungan sampah, cara cerdas peduli lingkungan

7 Hal menyedihkan yang hanya bisa dirasakan orang-orang cerdas

Hikmah si kakek tua buat gadis cerdas ber-IPK 3,7

Ladies, pria ingin pasangan hidup yang cerdas, bukan ukuran fisik saja

Komunitas ini rutin bagikan buku untuk cerdaskan anak pedalaman, top!

Seberapa cerdas kamu? Tak perlu tes IQ, cukup lihat bentuk tanganmu

(brl/pep)