Brilio.net - Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) memberikan solusi untuk rumah bagi nelayan. Adalah Fathiyah Nur Fadhilah, Annisa Dienfitriah, Dio Guna Putra, dan Puteri Setyo Utami. Desain dari empat mahasiswa Teknik Arsitektur ini diberi nama 'please stay'.

Please stay merupakan desain rumah tinggal untuk masyarakat nelayan khususnya nelayan yang ada di daerah Desa Sama Bahari, Kepulauan Wakatobi. Awal mula terbesitnya ide untuk rumah 'please stay' ini adalah melihat kondisi masyarakat setempat.

Di Desa Sama Bahari, bisa dikatakan hampir seluruh masyarakatnya tinggal dan bermukim di lautan. Bahkan lautan sudah menjadi rumah mereka, sehingga kemungkinan untuk bertempat tinggal di daratan adalah hal yang mustahil.

Selain itu, tingkat pendidikan masyarakat tergolong masih rendah. Hal ini membuat minat dari anak-anak untuk menempuh pendidikan kurang, sehingga guru harus bolak balik menyeberangi lautan demi memberikan pengajaran setiap harinya.

"Awal mula ide ini sebenarnya dari kunjungan teman kami beberapa waktu lalu ke Wakatobi. Di sana guru harus bolak-balik dan tidak memiliki rumah, kami berpikir untuk membuat rumah sehingga guru bisa menetap dan masyarakat pun terbantu," kata Fathiyah kepada brilio.net, Selasa (14/4).

Loading...

Ide rumah please stay tidak hanya untuk para guru saja, ternyata bisa diterapkan oleh masyarakat nelayan. Rumah tersebut didesain tidak jauh dari kebiasaan masyarakat tinggal laut. Berbentuk rumah panggung yang terdiri dari beberapa ruangan yang difungsikan sebagai ruangan bersama, ruang keluarga nelayan dan ruang kamar tidur bagi guru.

Menariknya, rumah ini memanfaatkan bahan yang mudah diperoleh oleh masyakarat sekitar pesisir seperti atap dari daun kelapa. Memanfaatkan sumber daya alami seperti sinar matahari sebagai sumber listrik dan energi.

Please stay juga menggunakan bodigester untuk mengolah limbah manusia sebagai bahan bakar biogas dan pupuk organik untuk budidaya ikan. Yang juga menjadi pembeda dari rumah please stay karya mahasiswa UI ini adalah penerapan teknologi untuk mengubah uap air laut menjadi air minum, jadi uap air laut yang mengalami penguapan akan ditampung kemudian dialiri kekran air dan dapat diolah menjadi air minum.

"Ya, kami mencoba menerapkan teknologi mengolahan air ini untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat," lanjut Fathiyah

Karya 'please stay' ini juga berhasil menjuarai sayembara desain rumah yang dilaksanakan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM). Desain mahasiswa ini benar-benar brilio kan? Terbukti bahwa anak muda Indonesia memang sangat kreatif. Terus berkarya dan berinovasi seperti mereka ya guys!