Brilio.net - Kalau hubungan istimewa antara guru dan murid biasa terjadi dalam cerita fiksi, kenyataannya memang benar ada dan sungguh-sungguh terjadi. Dela (bukan nama sebenarnya) mengaku punya kisah cinta masa lalu dengan seorang guru semenjak duduk di bangku SMP.

Ya, hubungan guru dan murid seharusnya tercipta hanya sebatas urusan sekolah. Tak sampai masuk ke kehidupan pribadi seperti yang Dela alami dulu.

"Saya juga bingung kenapa saya selalu naksir guru. Mulai dari gulu pelajaran sampai guru les. Ada saja yang berhasil membuat saya tertarik," kata gadis berusia 20 tahun asal Pati, Jawa Tengah ini.

Diakui Dela bahwa ketertarikannya kepada sosok guru dimulai dari Guru Bahasa Inggrisnya saat SMP. Cara menjelaskan materi pelajaran yang mudah dipahami menjadi alasan Dela untuk menyukai sang guru. Sayangnya, guru tersebut akhirnya menikah dan membuatnya pupus. Tak butuh waktu lama bagi Dela menemukan sosok guru idaman hatinya kembali. Kali ini Guru Musik yang jadi incaran Dela.

Loading...

"Sedikit demi sedikit, tanpa disadari, kami banyak mengobrol. Awalnya sebatas tentang pelajaran, lama-kelamaan merambat ke hal pribadi," kenang Dela sambil tertawa ketika menceritakannya kepada brilio.net melalui layanan story telling, Jumat (13/11).

Tapi perasaannya harus dikubur dalam-dalam lagi. Karena semenjak lulus dari SMP, Dela sudah tidak tahu kabar sang guru dan tidak memiliki kontak yang bisa dihubungi.

Kata orang, kita tak bisa memiliki kepada siapa akan jatuh cinta. Mungkin benar. Memasuki masa SMA, Dela tak bisa memilih dan tetap memiliki ketertarikan pada sosok yang lebih dewasa yaitu guru. Pada masa putih abu-abu, Dela menyukai Guru Tata Boga, Pak Arif namanya. Aroma tubuh guru berusia 37 tahun yang wangi jadi alasan sederhana untuk membuatnya klepek-klepek. Di saat yang sama, Dela juga jatuh hati pada Guru Les Komputer bernama Rizki (23). Sosok guru ini menjadi laki-laki yang memberikan pengalaman yang banyak, terutama urusan agama.

"Dia selalu ngajakin saya shalat dan mengingatkan saya untuk tidak meninggalkan shalat," katanya.

Mengikuti alur, hubungan mereka semakin dekat. Dea bukan lagi sekadar muridnya, dan Rizki bukan hanya guru. "Pernyataan kasih sayang keluar dari mulutnya, yang kemudian saya terima. Kami saling tahu bagaimana perasaan kami satu sama lain. Hingga akhirnya dia mengungkapkan keinginannya untuk menikah dengan saya," ungkap Dela.

Tapi setelah Dela berpikir panjang, akhirnya dia memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan Rizki. Dela berpikir bahwa nasibnya sebagai murid sekaligus seorang anak masih banyak yang harus diselesaikan seperti kewajibannya untuk menempuh pendidikan sampai ke perguruan tinggi. Begitu pula dengan karier Rizki sebagai guru dengan banyak cita-cita yang masih ingin dicapai.

Sadar karena kondisi yang belum tepat untuk menikah saat itu, Dela memilih untuk fokus menyelesaikan sekolah. Dan kini, Dela sudah merasakan bangku kuliah di salah satu perguruan tinggi di Jakarta Barat. Sementara itu, dia tetap berkeinginan jika kelak sosok pendamping hidupnya lebih dewasa dari dirinya.

"Memang, sekarang saya sudah punya pacar, seumuran sih. Tapi cuma buat senang-senang aja," lanjut Dela.

Cerita ini disampaikan Putri melalui telepon bebas pulsa Brilio.net di nomor 0-800-1-555-999. Semua orang punya cerita. Ya, siapapun termasuk kamu punya kisah tersembunyi baik cerita sukses, lucu, sedih, inspiratif, misteri, petualangan menyaksikan keindahan alam, ketidakberuntungan, atau perjuangan hidup yang selama ini hanya kamu simpan sendiri. Kamu tentu juga punya cerita menarik untuk dibagikan kepada kami. Telepon kami, bagikan ceritamu!