Brilio.net - Bertindak sebagai Amirul Hajj membuat Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifudin selalu memonitoring pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci. Hal itu membuat Lukman Hakim turut membaur dengan semua jamaah yang ada, tentu saja jamaah haji Indonesia. Ternyata tak semua jamaah haji Indonesia mengenali Lukman Hakim. Banyak yang mengira Lukman Hakim merupakan orang biasa yang turut serta melaksanakan ibadah haji.

Kisah tersebut diceritakan oleh Khoirul Huda Basyir, sekretaris Lukman Hakim kepada Media Center Haji (MCH) Arab Saudi, Rabu (16/9). Ketika itu dia menemani Lukman Hakim bersiap menunaikan salat magrib di halaman Masjidil Haram, tepatnya di arah bagian depan Zam Zam Tower. Tiba-tiba ada jamaah haji Indonesia yang berada di sebelah kanan Lukman Hakim bertanya.

"Bapak dari Indonesia ya? Asli mana Pak? Kok wajah Bapak persis banget sama Menteri Agama ya?” ujar Khoirul menirukan pertanyaan jamaah Indonesia tersebut, seperti dikutip brilio.net dari situs resmi Kemenag.

“Menteri Agama sekarang itu berasal dari kampung saya, dari Purwokerto. Bapak kok wajahnya persis banget ya? Kalau ada acara Aspal di televisi, Bapak ikut saja,  pasti menang!” katanya lagi.

Bukannya menjawab, Lukman Hakim yang saat itu mengenakan sarung dan baju koko putih justru balik bertanya. “Beberapa orang bilang kalau saya memang mirip Menteri Agama. Tapi saya sendiri tidak tahu mirip apanya?” ujar Lukman.

Loading...

“Suaranya juga mirip Pak. Saya soalnya sering mendengar Menteri Agama bicara di televisi. Pokoknya kalau Bapak ikut acara Aspal di televisi, menang lah!” katanya jamaah haji Indonesia itu.

Jamaah haji Indonesia itu memang belum sadar jika yang di sampingnya memang Menteri Agama. Menurut Khoirul, ketidaksadaran itu bisa jadi ada karena keberadaan Lukman Hakim yang tanpa kawalan dan ikut berdesakan seperti jamaah lainnya.

Selang dua hari, kisah yang hampir sama terulang. Pada Selasa (15/9), saat menunggu jemputan setelah melaksanakan salat isya di Masjidil Haram. Dua jamaah Indonesia mendekat dengan wajah tampak kebingungan. Mengaku berasal dari Bone Sulawesi, sang Bapak mau pulang ke pemondokan, namun tersesat dan tidak tahu arah jalan pulang. Sejenak Lukman berkoordinasi dengan petugas haji agar bisa segera datang di tempat dia sedang berdiri. Sementara sang Bapak yang sedang bingung, matanya selalu tertuju ke arah Lukman dengan penuh perhatian.

“Bapak kok mirip banget dengan Menteri Agama ya?” tanya bapak itu kepada Lukman. Bukannya menjawab, Lukman justru balik bertanya sambil tersenyum, “Mirip apanya Pak?”

“Banyak miripnya, gantengnya mirip, tingginya mirip, suaranya juga mirip. Bapak saudara kembarnya ya? Tapi apa Pak Menteri punya saudara kembar?" kata bapak itu lagi.

Lukman hanya tersenyum sambil menjabat tangan si bapak. Mobil jemputannya sudah datang, menambah bingung sang Bapak, karena orang yang diajak bicara tersebut dijemput mobil kedutaan.

Lukman kemudian mengajak foto bersama menggunakan handphone pria paruh baya asal Bone itu.  Lukman Hakim kemudian meminta jamaah haji asal Bone itu untuk tetap di tempat, karena akan dijemput oleh petugas sektor khusus."Sesampai di pemondokan, mungkin  Bapak bisa bercerita kalau baru bertemu dengan orang yang sangat mirip Menteri Agama,” kata Lukman sambil tersenyum.