Brilio.net - Berawal dari keinginan memperkenalkan potensi daerah, muncullah ide membuat komunitas berisi kaum muda, dengan tujuan mengajak warga negara asing datang ke Kabupaten Kulon Progo.

Adalah Komunitas Bule Mengajar yang mempunyai ide untuk membuat program mengajak warga negara asing atau yang selanjutnya disebut partisipan program untuk datang ke sekolah dan berinteraksi dengan warga lokal kabupaten Kulon Progo.

Menurut Lia Andarina Grasia, pendiri sekaligus ketua Komunitas Bule Mengajar, komunitas ini memulai kegiatannya sejak Februari 2014 dengan partisipan pertama adalah warga negara asing dari Madagaskar Afrika. Pelaksanaan kegiatan sama sekali tidak memungut bayaran, baik dari pihak sekolah maupun partisipan. Pendanaan komunitas didapat dari iuran bulanan anggota komunitas.

Bule Mengajar, program yang bikin siswa makin semangat sekolah, top!

Bule Mengajar, program yang bikin siswa makin semangat sekolah, top!

Loading...

"Kata 'bule' mengandung artian orang asing atau warga negara asing, sedangkan kata 'mengajar' diartikan sebagai suatu langkah untuk berbagi pengetahuan akan budaya yang dimiliki warga negara asing tersebut dengan budaya yang dimiliki masyarakat lokal Kabupaten Kulon Progo," kata Mahasiswa S2 Magister Kajian Pariwisata UGM tersebut kepada brilio.net, Rabu (24/6).

Pada 28 Oktober 2014, anggota komunitas berjumlah 19 anggota, meningkat menjadi 28 anggota pada Mei 2015. SMP dan SMA dipilih sebagai tempat diadakannya program Bule Mengajar karena dianggap mampu menerima dan berbagi pengetahuan tentang budaya lokal dengan budaya yang dimiliki partisipan program. Kegiatan partisipan di sekolah diadakan pada hari Sabtu selama dua jam.

Bule Mengajar, program yang bikin siswa makin semangat sekolah, top!

"Tanggapan dari siswa sangat antusias, mereka jelas tertarik untuk mendapat pelajaran baru dari bule-bule ini," kata Lia.

Partisipan program tinggal selama 3 hari 2 malam di rumah warga sehingga memungkinkan terjadinya interaksi, baik dari segi sosial dan budaya antara warga lokal dengan partisipan. Desa Bendungan dan Desa Ngestiharjo di Kecamatan Wates merupakan desa yang sering dijadikan lokasi tinggal partisipan.

Hingga saat ini, program ini telah diikuti 59 partisipan dari 18 negara seperti Thailand, Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, Jerman, Prancis, Belanda, Swedia, Slovenia, Amerika Serikat, Hungaria, Portugal, Uganda, Kepulauan Fiji, Yaman, Lesotho, Madagaskar, dan Maroko.

Bule Mengajar, program yang bikin siswa makin semangat sekolah, top!

Kini, Komunitas Bule Mengajar mempunyai beberapa rencana pengembangan, baik dalam jangka pendek maupun panjang. Beberapa rencana program tersebut antara lain turut membantu pengembangan konservasi penyu di Pantai Trisik, program pelepasan tukik atau anak penyu di Pantai Trisik, membersihkan area Pantai Trisik saat musim penyu bertelur yaitu pada Juni hingga Agustus.

Selain itu, program penanaman bakau di sebelah barat Pantai Congot, Pelatihan Bahasa Inggris gratis untuk warga Kabupaten Kulon Progo usia 11 tahun hingga 17 tahun, hingga pelatihan pemandu wisata berbahasa Inggris untuk warga Kabupaten Kulon Progo berusia 18 tahun hingga 30 tahun.

PERLU KAMU BACA:

Luar biasa! 5 Bule ini rela kerja di Indonesia dengan profesi unik

Ketagihan tempe, bule ini buka warung tempe di Inggris

VIDEO: Di film pendek ini bule-bule bisa ngomong Bahasa Jawa, gokil!

BACA JUGA INI:

Siswa SMK bisa ciptakan printer 3D berbahan akrilik, brilio!

Demo ini tak perlu kirim massa ke jalan, cukup pakai hologram

Anak SMA ini temukan cara deteksi boraks cukup pakai tusuk gigi

Hindari minum teh pada momen-momen berikut ini

Seram, hewan raksasa berbentuk pipa ditemukan di dasar laut

Nggak melulu buruk, ini 5 manfaat baik rokok yang perlu kamu tahu