Brilio.net - Tidak dapat dipungkiri saat ini masyarakat mulai menyukai wisata kuliner. Mencicipi makanan khas tempat yang dkunjungi memang menjadi kegiatan yang sangat menyenangkan dan tidak akan dilewatkan oleh para traveller.

Adanya perkembangan teknologi saat ini, rasanya tidak begitu sulit untuk mendapatkan rekomendasi makanan disetiap wilayah di Indonesia. Hanya dengan membuka instagram, maka kamu dapat menelusuri akun-akun yang memberikan rekomendasi tentang makanan yang kamu inginkan di kota yang kamu kunjungi lengkap dengan alamatnya.

Keberadaan akun-akun Instagram yang memposting foto-foto makanan memang sedang ramai beredar di media sosial. Mungkin banyak yang tidak mengira bahwa di balik foto yang mempesona dan membuat lapar itu ada kisah para food blogger yang tidak semudah yang dibayangkan.

Food blogger memang menjadi julukan bagi mereka yang menekuni dunia blog dengan memberikan review khusus terhadap makanan. Apakah menurutmu menjadi food blogger adalah sesuatu yang menyenangkan karena mereka bisa makan berbagai makanan enak dan sekaligus menjadi pekerjaan mereka? Ya, menjadi food blogger memang sering dianggap mudah dan menyenangkan.

"Orang sering komen sih bilang kalau enak ya jadi aku sama Victor yang kerjanya icip-icip makanan, difoto terus diposting, ya emang enak sih, tapi sebenarnya dibalik postingan makanan yang enak itu kadang ada kesulitan juga yang kami hadapi, nggak selamanya enak-enak aja kayak yang orang bayangin," cerita Rannie Esem, foodblogger asal Bandung kepada brilio.net melalui layanan story telling bebas pulsa 0-800-1-555-999 beberapa waktu yang lalu.

Rannie bersama pasangannya memang dikenal sebagai salah satu food blogger sukses di Indonesia melalui akun instagram @dunia_kulinerbdg. Di balik setiap postingan di akun istagram @dunia_kulinerbdg yang bikin ngiler. Ada perjuangan yang tidak mudah dirasakan oleh pasangan food blogger ini.

Permasalahan yang pasti dihadapi apabila sudah menyangkut dengan makanan adalah berat badan. Ya, Rannie mengalami hal tersebut, dia harus menghadapi kenyataan bahwa karena hobi makannya, maka berat badannya harus bertambah. Tidak tanggung-tanggung, berat badan Rannie pernah naik hingga 10 kg. Kebanyakan cewek tentu akan risih persoalan berat badan yang naik drastis, tapi Rannie tidak punya pilihan lain.

Belum lagi jika mereka mendapatkan undangan untuk membuat review sebuah makanan sedangkan rasa makanannya biasa aja atau bahkan cukup buruk. Seperti yang pernah dialami Rannie, "pernah juga dapat undangan dan harus nyicip makanan, ternyata makanan itu terlalu asin, jadi biasanya sih kami kasih saran kepada pemiliknya dan memberikan rekomendasi".

Permasalahan lainnya yang sering dihadapi pasangan ini adalah rasa jenuh dengan rutinitas unggah di akun media sosial mereka. Kadang mereka merasa malas untuk memberikan caption tapi mereka harus melakukannya demi informasi yang ada difoto mereka tersampaikan dengan baik.

Tidak hanya itu, masalah yang cukup parah yang pernah dihadapi oleh food blogger ini adalah keracunan makanan. Awalnya mereka tidak mengira kalau beberapa makanan tidak bisa dikomsumsi dalam waktu bersamaan, jadilah mereka mengalami keracunan makanan.

"Jadi food blogger memang nggak semudah yang orang bayangin, tapi meski nggak mudah, bagi kami ini adalah hal yang sangat menyenangkan dan menantang," lanjut perempuan lulusan Desain Komunikasi Visual Universitas Kristen Maranatha Bandung ini.

Meski berbagai permasalahan sering mereka hadapi, namun kenyataannya mereka tetap menekuni pekerjaan icipicip makanan tersebut, sebab mereka menjalani pekerjaan itu dengan bahagia dan dengan menjadi food blogger Rannie mendapatkan pengetahuan baru tentang makanan.

Ada benarnya kalimat yang pernah dilontarkan Ridwal Kamil, Wali Kota Bandung, pekerjaan yang paling menyenangkan adalah hobi yang dibayar.

Bagaimana? Apakah kamu berniat untuk menjadi food blogger seperti pasangan asal Bandung ini?

Cerita ini disampaikan oleh Rannie Esem  melalui telepon bebas pulsa Brilio.net di nomor 0-800-1-555-999. Semua orang punya cerita. Ya, siapapun termasuk kamu punya kisah tersembunyi baik cerita sukses, lucu, sedih, inspiratif, misteri, petualangan menyaksikan keindahan alam, ketidakberuntungan, atau perjuangan hidup yang selama ini hanya kamu simpan sendiri. Kamu tentu juga punya cerita menarik untuk dibagikan kepada kami. Telepon kami, bagikan ceritamu!

(brl/ani)