Brilio.net - Pedagang barang impor banyak terdapat di kota-kota di Indonesia. Sampai saat ini barang bekas impor masih diserbu pembeli. Di antaranya mahasiswa, para pekerja kantor, bahkan anak sekolah.  Mereka bahkan kerap memburu jenis barang impor dengan merek-merek ternama.

Kini lapak barang bekas gampang dijumpai di media sosial. Bedanya, barang yang dijual disortir terlebih dahulu sesuai merek dan tingkat ketertarikan konsumen. Sederet merek yang jadi buruan misalnya Dr. Martens Boots, Lea Jacket, Nike, Adidas.

"Barang yang diburu susah-susah gampang dapetinnya, selain unik dan murah tentunya bermerek," kata Wildan, salah seorang penjual barang second online,  kepada brilio.net, Kamis (17/9). Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada ini mengatakan tak perlu menunggu waktu lama untuk menjual dagangannya. Dia cukup mengunggah ke akun instagram, pembeli akan datang sendiri.

Kelebihan membeli barang tangan kedua juga dituturkan oleh salah satu mahasiswa yang menyukai barang model lama. Reza (22), dia selalu update barang jualan di akun instagram. "Kadang udah dapet dan cocok, keburu dipesan orang. Harganya murah, beda sama produk lain, gak mainstream dan barang jadul sudah nggak diproduksi lagi," ujarnya.

Harga pun terbilang sangat murah bila ditengok dari mereknya. Setiap barang dipatok harga berkisar Rp 15 ribu sampai Rp 500 ribu. Jenis barangnya pun beragam seperti boots, jaket jeans, parka, sepatu, kaos, sweater, dan celana jeans. Tak heran banyak pembeli barang jadul ini hingga berburu agar bisa memperolehnya.

Loading...