Brilio.net - Cinta kasih kedua orangtua tak perlu diragukan lagi. Mereka pasti tak akan pernah tega melihat buah hatinya menderita. Hal itu juga yang dirasakan Mohd Nazir, seorang ayah yang tinggal di Agra, India. Karena tak tega melihat penderitaan anaknya, Nazir meminta izin kepada Presiden India Pranab Mukharjee untuk melakukan suntik mati kepada semua anaknya yang berjumlah enam karena menderita penyakit langka.

Keenam anak Nazir menderita kelainan neurologis langka yang menyebabkan semakin meluasnya kelumpuhan tubuh. Kelumpuhan itu bahkan telah membuat suara dan mata mereka tak memiliki fungsi untuk aktivitas apapun.

"Dalam 2-3 tahun anak-anak saya tidak akan lagi bisa berjalan. Mereka akan menjalani kehidupan mereka dalam kesakitan. Saya tidak ingin ini terjadi untuk mereka," kata Nazir seperti dikutip brilio.net dari newindianexpress, Senin (1/6).

Setelah kisah tragis keenam anak Nazir itu diketahui publik, pemerintah setempat kemudian mengirimkan beberapa dokter untuk memeriksa penyakit langka itu.

Sejatinya penyakit yang diderita enam anak Nazir dapat disembuhkan, namun Nazir mengakui tak mempunyai biaya untuk pengobatan enam anaknya sekaligus. Ia lalu menginginkan suntik mati dilakukan kepada anak-anaknya.

Loading...

Setelah kasus Aruna Shaunbaug, perawat India yang koma selama 42 tahun dan saat itu diwacanakan untuk disuntik mati, kasus anak Nazir ini menimbulkan perdebatan lagi di India tentang Euthanasia, yakni  tindakan mengakhiri hidup seseorang untuk mengakhiri penderitaan mereka.

HOT NEWS:

Gambar sosok misterius bikin gamer COC 'pensiun', nyatakah gambar itu?

Hiasan kepalanya diejek haters Malaysia, Melly Goeslaw menyerang balik

Ini bedanya 0 dan +62 yang sering kamu gunakan buat SMS dan telepon

Sarung, di Indonesia buat sholat, di Mesir malah jadi bahan tertawaan

HOT NEWS:

9 Kesalahan mandi yang mungkin sering kamu lakukan

Jangan simpan 24 Makanan ini di lemari es!

VIDEO: Hal-hal yang terjadi pada jasadmu di dalam tanah usai meninggal

Kasih ibu sepanjang masa,umur 101 tahun rawat anak cacat usia 63 tahun