Brilio.net - Layaknya seorang anak, Elsa Restiandinata (18) sangat menantikan kehangatan dari kebersamaan di keluarganya. Akhirnya setelah sekian lama keinginan itu terwujud berkat kejadian tak terduga sebelumnya.

Elsa menuturkan bapaknya memiliki pekerjaan di luar kota sehingga hanya bisa pulang ke Tasikmalaya 3 bulan sekali. Sang ayah memiliki ruko dan perusahaan martabak di Tangerang, Banten. Di rumah pun, bapak Elsa cuma menghabiskan waktu satu sampai dua hari. Dulu, Elsa dan dua saudaranya ini masih ditemani sang ibu. Namun, semenjak ibunya meninggal pada 2012 lalu, mereka merasa sangat kesepian.

Perubahan drastis dirasakan Elsa setelah saudara keduanya mengalami kecelakaan. Ketika itu sang adik yang merupakan siswa kelas 1 Sekolah Menengah Atas mengendarai motor tiba-tiba dipepet oleh motor lain dan ditendang hingga badan sekaligus motornya masuk gorong-gorong. Akibatnya, kakinya patah tertimpa motor. Hingga sekarang adiknya harus dirawat di rumah dan tidak bisa masuk sekolah.

"Dari sebelum seperti ini, kami kurang perhatian banget. Main terserah kami, nggak pernah ada yang nyuruh pulang nggak ada yang ngingetin makan. Sekarang Bapak jadi milik kami," tutur Elsa sambil terisak kepada brilio.net melalui layanan story telling bebas pulsa 0-800-1-555-999, Raby (2/12).

ANDA MUNGKIN MENYUKAI INI

Kejadian tragis itu menyebabkan bapaknya selalu di rumah dan lebih perhatian kepada anak-anaknya. Pemasukan keluarga menurun dan menyebabkan uang saku sehari-hari Elsa dan adik-adiknya berkurang. Meskipun begitu, mahasiswi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Siliwangi ini mengakui kebersamaan yang dirasakannya lebih penting.

"Aku merasa senang Bapak ada di rumah," pungkas Elsa.

Cerita ini disampaikan oleh Elsa melalui telepon bebas pulsa Brilio.net di nomor 0-800-1-555-999. Semua orang punya cerita. Ya, siapapun termasuk kamu punya kisah tersembunyi baik cerita sukses, lucu, sedih, inspiratif, misteri, petualangan menyaksikan keindahan alam, ketidakberuntungan, atau perjuangan hidup yang selama ini hanya kamu simpan sendiri. Kamu tentu juga punya cerita menarik untuk dibagikan kepada kami. Telepon kami, bagikan ceritamu!

(brl/fen)