Brilio.net - Aksi kriminalitas seakan tak ada henti-hentinya berganti modus. Pembegalan, misalnya. Jika dulunya pembegalan dilakukan dengan menghadang korban dan menodongnya dengan senjata tajam ataupun pistol, kini mereka menggunakan cara lain yang lebih licik.

Modus baru tersebut yaitu dengan cara pelaku pembegalan akan dengan sengaja menabrakkan mobilnya ke mobil korban. Pelaku lalu akan turun dan meminta maaf atas insiden tersebut dengan dalih karena mengantuk. Pada umumnya, para begal ini menggunakan mobil rental dan di dalam mobil mengangkut lebih dari tiga orang.

Seperti biasanya, jika mobil ditabrak dengan sengaja, pengemudi tentu akan berhenti untuk meminta pertanggungjawaban dari pelakunya. Pelaku juga otomatis akan ikut berhenti. Pelaku akan keluar dari mobilnya dan mengaku bersedia tanggung jawab semua kerusakannya atau mau membayar semua kerugiannya.

BACA JUGA: Kabar gembira! Kini ada sepatu stylish antibegal untuk cewek

Polres Karawang yang menerima banyaknya kasus pembegalan dengan modus tersebut, menjelaskan, selanjutnya pelaku akan meminta mobil yang ditabrak mengikutinya ke bengkel langganan atau ke tempat ATM untuk mengambil uang bayar ganti rugi.

Loading...

"Di tempat yang agak sepi dan sudah direncakannya. Serta jarang orang lewat, tiba-tiba pelaku akan berhenti dan memblok jalan sehingga terjadilah perampokan yang mengambil barang-barang berharga dari mobil korban. Bahkan semua perhiasan, dompet, HP disikat semuanya," ujar Polres Karawang seperti dikutip brilio.net, Selasa (26/1) dari akun Facebooknya.

Pihak Polres Karawang mengatakan kasus ini sudah benar-benar terjadi, dan pihaknya mohon agar masyarakat memperhatikan baik - baik demi keselamatan diri. Bahkan yang lebih patut diwaspadai, para pelakunya itu menggunakan atribut ala pemuka agama agar terlihat dan terkesan seperti orang baik-baik.

"Tapi tampilanya itu cuma kamuflase saja, ini yang sesungguhnya untuk mengelabui korbannya supaya nggak curiga. Tapi, jangan salah persepsi mengenai penampilan ala pemuka agama ini, kita tahu mereka itu cuma Oknum," imbuh mereka.

Pihak Polres Karawang mengatakan, kasus seperti ini sudah terjadi di daerah Kelapa Gading, Jakarta Utara beberapa hari terakhir. Tetap waspada ya!