Brilio.net - Usai mengeluarkan single perdana berjudul 'Menantu Idaman' pada Maret 2022, iJham Widian kembali mengeluarkan karya lagu keduanya bertajuk 'Nasib Perantau'. Solois baru asal Jogja ini membawa warna musik pop khas 2000-an yang dibalut dengan sound kekinian yang lebih modern.

Masih serupa dengan 'Menantu Idaman', iJham Widian sengaja mengambil tema lagu yang sangat relate dengan anak muda lintas zaman. Secara umum 'Nasib Perantau' menceritakan tentang kegelisahan anak-anak kos pada umumnya, yang merasakan jauh dari keluarga karena merantau untuk menuntut ilmu.

"Lagu ini bercerita tentang dilematika dan permasalahan sehari-hari yang dirasakan anak kos, mulai dari rasa homesick hingga uang kiriman yang habis. Itu tentu saja sangat umum dirasakan oleh anak kos (rantau). Oleh karena itu aku memilih materi ini karena sangat relate dengan aku sendiri dan kebanyakan orang," ujar iJham mengawali obrolan dengan brilio.net belum lama ini.

iJham Widian © 2022 brilio.net

Menurut iJham, proses pembuatan lagu 'Nasib Perantau' terbilang sangat cepat, singkat, dan tak menemui kendala. Selain dibuat karena dari pengalaman pribadi iJham sendiri, lagu ini juga digarap dengan matang dari tangan dingin dua orang sahabat iJham dari Polarity Audio, yakni Yudhistira Gangga (Eastern Traffic, Sabbra Cadabbra) sebagai music arranger dan Ian Anatha (Alectrona, Coldhaven) sebagai sound engineer sekaligus menyelesaikan proses mixing-mastering.

Bahkan bagi iJham, usai bahan lagu mentahnya diserahkan ke Gangga dan Ian, bagan lagu 'Nasib Perantau' terdengar lebih fresh namun tetap terdengar simpel dan easy listening secara keseluruhan.

"Lagu ini sebenarnya adalah materi lama dari gitaris band-ku dulu (ReStar), diciptakan oleh Dwi Putra pada 2012. Jadi aslinya lagu ini adalah materi band lamaku yang belum sempat rilis saat itu. Setelah melalui proses pemilihan beberapa materi, akhirnya aku setuju untuk memilih lagu ini untuk dimasukkan dalam proyek albumku nanti," kata iJham.

'Nasib Perantau' yang dirilis oleh Polarity Audio sebagai digital aggregator/digital distributor itu sudah mengudara di gerai-gerai musik digital sejak Sabtu 5 November 2022. Selain itu 'Nasib Perantau' juga bisa dinikmati melalui karya audio visualnya dengan format video klip yang akan menyusul rilis di kanal YouTube iJham Widian. Artwork single dibuat oleh Wawa (Aswar Syarifuddin).

iJham Widian © 2022 brilio.net

"Sesudah 'Nasib Perantau', aku bakal merilis satu lagu lagi sebagai single ketiga. Dari tiga lagu ini nantinya akan jadi pengantar full albumku yang akan dirilis segera. Paling cepat kemungkinan awal atau pertengahan 2023," pungkas iJham Widian mengakhiri obrolan.

*

iJham Widian © 2022 brilio.net

Sekadar diketahui, iJham Widian sebenarnya bukan sosok baru dalam dunia musik Yogyakarta. iJham Widian mengawali karier musiknya sejak 2005 bareng grup band-nya yang bernama Scoozy.

Lalu pada 2007-2010, iJham Widian membesut grup band baru bernama ReStar yang cukup produktif di berbagai ajang festival musik.

Tak berhenti di situ, iJham Widian tetap berproses dengan bergabung bersama Leana yang sempat merilis mini album pada 2011. Namun sayang, sejak 2016 band ini vakum.

Hingga akhirnya pada Januari 2021, iJham kembali membuat proyek baru bernama Shine and Vine (SaV). Grup band pop rock ini sempat merilis satu single berjudul 'Semu' pada Mei 2021. Namun siapa sangka, dari SaV itu iJham justru terdorong untuk mencoba pengalaman baru dalam bermusik, yakni solo karier sampai saat ini.

(brl/gib)

(brl/gib)