Brilio.net - Meninggalnya ketiga personel band Seventeen, Bani (bassis), Herman (gitaris), dan Andi (drummer) dalam bencana tsunami yang menerjang Banten dan Lampung, Sabtu malam (22/12), masih menjadi duka amat mendalam untuk belantika musik Tanah Air.

Seventeen kala itu diketahui sedang menjadi bintang tamu pada acara gathering keluarga PLN di Pantai Tanjung Lesung. Ketika konser berlangsung, lokasi panggung tiba-tiba langsung digulung ombak besar akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Ifan (vokalis) menjadi satu-satunya personel yang berhasil selamat dalam bencana ini.

Belakangan, lagu berjudul 'Kemarin' milik Seventeen ramai jadi perbincangan publik. Hal tersebut lantaran banyak masyarakat menilai lagu ini kini seakan mewakili kondisi band yang terbentuk pada tahun 1999 itu.

cerita lagu kemarin © 2018 brilio.net

foto: Instagram/@hermanseventeen

Loading...

Dilansir brilio.net dari YouTube GP Records pada Jumat (28/12), ada cerita menarik di balik lagu yang ditulis almarhum Herman Sikumbang tersebut. Herman mengaku lagu Kemarin ditulis untuk menceritakan bagaimana kesedihan ketika ditinggalkan orang dikasihinya.

"Lagu 'Kemarin' adalah curahan hati waktu aku harus tiba-tiba kehilangan seseorang yang cukup berarti. Sedih, bingung, kaget, campur aduk. Gimana pun semua kebersamaan itu nggak bisa terjadi lagi," ujar Herman seperti dikutip brilio.net dari akun YouTube GP Records.

cerita lagu kemarin © 2018 brilio.net

foto: bintang.com

Berbeda dari single-single Seventeen sebelumnya, Kemarin membicarakan mengenai 'sebuah perpisahan' yang tak bisa dipersatukan lagi oleh apapun. Alunan musiknya juga berhasil mewakili perasaan pendengarnya sehingga kian terhanyut dalam suasana.

"Sedih aja bawaannya nih, kalau mendalami lirik lagu ini. Ditambah aransemennya dibikin sedemikian rupa untuk menggiring pendengar ke perpisahan tapi tanpa menye-menye lho, ya. Menurut gue ini yang bikin lagu 'Kemarin' beda dari lagu perpisahan lainnya," jelas Ifan.

BACA JUGA: Dua sosok yang paling berjasa buat Ifan Seventeen usai selamat dari tsunami Banten

Lagu Kemarin dirilis awal 2016 lalu, kemudian disusul official video klipnya yang dirilis di akun YouTube GP Records pada 21 Desember 2016. Kemarin adalah lagu keempat dari album 'Pantang Mundur'.

Atas bencana tsunami yang melanda Selat Sunda, Ifan tentu merasa terpukul kehilangan orang-orang yang telah dianggap sebagai keluarganya sendiri itu. Bahkan hingga akhir kariernya di industri musik, eksistensi band Seventeen seolah tak dapat tergeserkan meski banyaknya band dan penyanyi muda berbakat lainnya terus berdatangan.

Berikut lirik lagu Kemarin beserta video klipnya:

Kemarin

Kemarin engkau masih ada di sini

Bersamaku menikmati rasa ini

Berharap semua takkan pernah berakhir

Bersamamu bersamamu

Kemarin dunia terlihat sangat indah

Dan denganmu merasakan ini semua

Melewati hitam putih hidup ini

Bersamamu bersamamu

Kini sendiri di sini

Mencarimu tak tahu di mana

Semoga tenang kau di sana

Selamanya

Aku slalu mengingatmu

Doakanmu setiap malamku

Semoga tenang kau di sana

Selamanya

Kini sendiri di sini

Mencarimu tak tahu di mana

Semoga tenang kau di sana

Selamanya

Aku slalu mengingatmu

Doakan mu setiap malamku

Semoga tenang kau di sana

Selamanya