Brilio.net - Siapa sih yang nggak kenal dengan Malioboro? Tempat wisata belanja yang ada di Yogyakarta ini selalu ramai saat musim liburan tiba. Di sepanjang jalan yang membentang dari titik 0 km Yogyakarta ke utara ini memang sudah terkenal dan tak asing lagi buat kamu yang suka jalan-jalan. Nah, setelah puas berbelanja di kawasan Malioboro, coba deh untuk mengunjungi sebuah museum bernama Benteng Vredeburg yang berada satu ruas dengan Jalan Malioboro.

Meski sudah berusia lebih dari 2 abad, Benteng Vredeburg menjadi salah satu bangunan benteng pertahanan yang dibangun pada zaman Belanda yang kondisinya masih relatif utuh dan terawat hingga kini. Bangunan yang berada di Jalan A Yani, atau tepatnya di seberang Istana Kepresidenan ini telah ditetapkan sebagai Benda Cagar Budaya.

Nggak cuma Malioboro aja, kalau ke Jogja ayo jalan-jalan ke Vredeburg!

Secara historis sejak awal berdiri bangunan ini mengalami pergantian penguasaan dan fungsi serta menjadi saksi sejarah dari perkembangan kota Yogyakarta. Bangunan ini awal mulanya terkenal dengan nama Benteng Rusternburg yang didirikan oleh Sultan Hamengku Buwono I atas permintaan Belanda pada tahun 1760.

Jadi sebenarnya Benteng Vredeburg adalah milik resmi Kesultanan Yogyakarta. Namun atas kepentingan Belanda, benteng ini akhirnya berpindah kepemilikan pada Pemerintahan Belanda (VOC) dalam pengawasan Nicolaas Harting (Gubernur Direktur Pantai Utara). Keadaan awalnya (asli) benteng ini sebenarnya dikelilingi oleh parit yang berfungsi sebagai bentuk pertahanan awal dari serangan musuh. Sedangkan, saat ini parit tersebut hanya tersisa sebagian yang berada di bagian depan gerbang utama dan difungsikan sebagai drainase.

Loading...

Nggak cuma Malioboro aja, kalau ke Jogja ayo jalan-jalan ke Vredeburg!

Denah Benteng Vredeburg berbentuk persegi dan lokasinya menghadap ke Barat. Akses jalan menuju Benteng Vredeburg juga sangatlah mudah mengingat lokasinya yang berada di titik 0 Km Yogyakarta dan dekat dengan Malioboro. Setibanya di halaman depan museum, kamu akan disambut dengan sebuah jembatan sebelum memasuki gerbang utama. Jembatan ini digunakan sebagai jalur penghubung utama yang digunakan sebagai jalan untuk masuk keluar Benteng Vredeburg.

Pintu gerbang masuk benteng ini mempunyai ciri khas arsitektur bergaya klasik Eropa (Yunani Romawi). Ini terbukti dari bagian tympanium terdapat empat pilar penyangga yang bergaya Doric. Pintu gerbang utama ini juga sering jadi spot favorit para wisatawan untuk mengambil foto.

Nggak cuma Malioboro aja, kalau ke Jogja ayo jalan-jalan ke Vredeburg!

Nggak cuma Malioboro aja, kalau ke Jogja ayo jalan-jalan ke Vredeburg!

Sudah tak sabar untuk masuk ke dalam museum? Sabar, sebelum menikmati keindahan Benteng Vredeburg, kamu harus membeli tiket terlebih dahulu. Tiket masuknya pun tergolong sangat murah hanya Rp 2.000 saja. Murah kan? Oh iya, kalau kamu mengendarai sepeda motor, cukup sediakan juga uang Rp 2.000 untuk membayar parkir.

Sangat menarik lho, untuk mengunjungi Museum Benteng Vredeburg ini. Sebab di sana juga menyajikan koleksi benda-benda yang berhubungan dengan sejarah bangsa Indonesia. Di dalam benteng inilah terdapat ratusan diorama yang menggambarkan perjuangan Bangsa Indonesia khususnya rakyat Yogyakarta untuk meraih kemerdekaan. Selain itu kamu akan menemukan benda-benda bersejarah lainnya seperti foto, lukisan, serta pakaian yang menggambarkan perjuangan rakyat Indonesia dalam meraih kemerdekaan.

Nggak cuma Malioboro aja, kalau ke Jogja ayo jalan-jalan ke Vredeburg!

Tak kalah menarik juga koleksi adegan peristiwa perjalanan sejarah Bangsa Indonesia yang ditampilkan dalam bentuk minirama dengan detail, ekspresi dan situasi yang hampir mirip seperti aslinya.

Selain itu di Benteng Vredeburg ini memiliki perpustakaan dengan koleksi buku yang lumayan banyak. Untuk menambah kenyamanan pengunjung tersedia juga fasilitas penunjang lainya seperti mushola, toilet dan akses internet gratis via hotspot.

Nggak cuma Malioboro aja, kalau ke Jogja ayo jalan-jalan ke Vredeburg!

Saat ini bangunan kompleks Benteng Vredeburg adalah salah satu koleksi Musem Benteng Vredeburg Yogyakarta yang dapat dinikmati oleh publik sebagai sarana rekreasi dan hiburan, serta pendidikan dan penelitian. Berkunjung ke wisata sejarah seperti di Musem Benteng Vredeburg jelas bisa jadi alternatif kan untuk jalan-jalan di Jogja?

Kamu bisa berkunjung ke Museum Benteng Vredeburg pada hari Selasa–Jumat dari pukul 07.30-16.00 dan Sabtu–Minggu dari pukul 08.00-17.00. Hari libur nasional tetap buka sedangkan pada hari senin tutup.

Selamat berwisata!