Brilio.net - Kabar gembira buat kamu yang suka mengonsumsi sereal, guys. Penelitian menunjukkan mengonsumsi lebih banyak serat makanan membantu mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2.

Para peneliti mengevaluasi hubungan antara jumlah serat seperti serat dari sereal, buah, dan sumber nabati, dengan onset (penampilan pertama dari tanda-tanda atau gejala suatu penyakit) baru dari tipe diabetes tipe 2 pada subjek di delapan negara di Eropa.

Dagfinn Aune, seorang mahasiswa PhD yang berafiliasi dengan Universitas Norwegia, menganalisis data dari 12.403 diabetes tipe 2. Sebagai perbandingannya adalah kelompok yang terdiri dari 16.835 orang yang dianggap representasi dari total subjek European Prospective Investigation into Cancer and Nutrition (EPIC), yang mana telah melakukan studi terhadap 350.000 partisipan lainnya.

Seperti dikutip brilio.net dari laman Deccan Chronicle, Kamis (28/5), hasil dari studi yang telah diterbitkan di jurnal Diabetologia ini, menemukan bahwa partisipan dengan asupan serat total atau keseluruhan tertinggi (lebih dari 26 gram/ hari) memiliki risiko 18% lebih rendah terkena diabetes, daripada mereka dengan asupan serat total terendah (kurang dari 19 gram/ hari), setelah disesuaikan dengan efek gaya hidup dan faktor makanan.

Saat hasil disesuaikan dengan Body Mass Index (BMI) sebagai penanda obesitas, asupan serat total lebih tinggi ditemukan tidak lagi dikaitkan dengan risiko rendah menderita diabetes, melainkan menunjukkan bahwa serat makanan dapat membantu orang menjaga berat badan yang sehat, yang pada gilirannya mengurangi kemungkinan mengembangkan diabetes tipe 2.

Ketika peneliti mengevaluasi sumber serat yang berbeda, mereka menemukan bahwa serat sereal memiliki hubungan terbalik yang kuat. Orang-orang dengan tingkat konsumsi sereal yang tinggi, memiliki risiko 19% lebih rendah menderita diabetes, sedangkan yang suka mengonsumsi serat nabati memiliki 16% risiko lebih rendah menderita diabetes, dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi jenis serat terendah.

Sebaliknya, serat buah tidak dikaitkan dengan penurunan risiko diabetes. Sedangkan serat sereal justru menyumbang 38% dari asupan serat total, dan sumber utama serat di semua negara yang terlibat dalam penelitian ini.

Nick Wareham, profesor di University of Cambridge, menyatakan bahwa mempropagandakan kesehatan masyarakat untuk meningkatkan konsumsi serat kemungkinan besar akan memainkan peranan penting dalam menghentikan epidemi obesitas dan diabetes tipe 2.

(brl/swh)