Brilio.net - Sebuah studi baru mengungkapkan update akun jejaring sosial Facebook bisa menunjukkan bagaimana karakter penggunanya. Wow, emangnya bisa?

Dikutip brilio.net dari laman The Independent, Selasa (26/5), Brunel University telah menganalisis 555 survei online dengan melibatkan pengguna reguler Facebook. Hasilnya, ditemukan orang-orang dengan kepribadian tertentu, seperti extraversion, openness, narcissism, neuroticism and conscientiousness. Semua itu dilihat dari update Facebook mereka.

Tipe extroverts ditemukan pada mereka yang sering menulis tentang kegiatan sosial dengan sebagian besar hanya menggunakan situs jejaring sosial supaya bisa berkomunikasi.

Tipe openness adalah mereka yang berbagi tentang peristiwa, penelitian, atau pandangan politik. Mereka tidak cenderung membagi informasi pribadi di facebook.

Tipe narcissism ditemukan pada mereka yang suka sekali menyiarkan kabar diet dan olahraga rutin mereka untuk mengekspresikan bahwa penampilan fisik bagi mereka itu penting. Itu hanya sebagai salah satu contoh. Contoh lainnya, sederhananya, pamer segala hal yang dia punya, dari yang penting sampai yang tidak.

Loading...

Tipe neurotic lebih mungkin untuk menulis status pribadi, seperti memperbarui teman pada "relationship" atau hubungan mereka, dengan studi menunjukkan pengguna termotivasi oleh kebutuhan untuk "validasi" atau pengakuan.

Tipe conscientiousness adalah mereka yang kebanyakan postingan tentang anak-anak mereka, ditunjukkan dengan status yang seolah menunjukkan sebuah refleksi tidak langsung peran mereka sebagai orangtua dibandingkan dengan orangtua lain. Maksudnya seperti ada rasa kompetisi yang tercermin di sana. Atau jika belum menikah dan memiliki anak, mereka lebih memilih memasang status tentang sesuatu yang merefleksikan sesuatu dengan tujuan tidak mau kalah dengan yang lain.

Nah, walaupun hasil survei berkata demikian, peneliti memberikan catatan bahwa studi ini dikumpulkan dari laporan perilaku dari para partisipan tersebut saja, yang bisa saja "dimelencengkan". Bisa saja tipe narcissism tidak melaporkan secara akurat apa yang sebenarnya terjadi.

Jadi, jangan keburu kebakaran jenggot ya, guys. Ini sebagai wawasanmu saja. Kepribadian seseorang tidak mutlak dilihat dari satu aspek saja!