Brilio.net - Setiap nonton film-film produksi Walt Disney, kebayang dong gimana sempurnanya hidup para tokoh-tokohnya. Gaun-gaun indah, hidup di kerajaan megah, dan selalu berakhir happy ending kayak menikah dengan pangeran yang ganteng luar biasa dengan kuda putih putihnya. Aaahhhh, pengen banget nggak sih hidup kayak putri-putri di film Disney?

Tapi kalau kita perhatikan, selain kisah-kisah yang pasti selalu berakhir bahagia itu, ada satu bagian yang hampir pasti selalu ada di film-film Disney. Sadar nggak, beberapa tokoh Disney jarang banget ada yang punya ibu? Dari mulai yang ceritanya meninggal, menghilang, sampai yang nggak diketahui pasti bagaimana nasibnya.

Contohnya, Ariel, si putri duyung yang dalam cerita cuma punya seorang ayah yaitu raja Triton. Ibunya, Ratu Athena, sudah meninggal. Di film Frozen, nggak cuma ibu, tapi ayahnya juga diceritakan meninggal bersama dalam pelayarannya.

Walaupun beberapa tokoh baru seperti Merida dan Tiana punya ibu, film Cinderella yang sekarang lagi tayang di bioskop-bioskop di seluruh dunia, ceritanya juga nggak berubah, ibu kandungnya tetap diceritakan meninggal. Ya kan?

Seperti dikutip brilio.net dari lama eonline.com, Minggu (22/3), Don Hahn, produser legendaris Disney yang menggarap "The Lion King" dan "Beauty and The Beast", serta "Maleficent" yang dibintangi Angelina Jolie, menjelaskan alasannya.

Menurutnya, alasan kenapa putri-putri Disney itu diceritakan nggak punya ibu karena film-film Disney selalu mengangkat tema dimana karakter-karakternya bertumbuh dewasa, dimana dalam hidup, pasti akan menerima tanggung jawab. Seperti contohnya, Simba di "The Lion King" diceritakan kabur dari rumah tapi pada akhirnya harus pulang. Pendeknya, akan lebih cepat menceritakan tokohnya tumbuh dewasa ketika ibunya sudah tiada. Contoh lainnya, Belle di "Beauty and The Beast", dia nggak punya ibu. Dan agar dia bisa diandalkan, dia harus menjadi dewasa.

"Satu-satunya cara untuk mendewasakan tokoh adalah dengan kenyataan bahwa dia tidak memiliki ibu," kata Don.

Alasan lain yang cukup personal adalah karena pada tahun 1940-an, Walt Disney pernah membelikan rumah untuk ayah dan ibunya. Dia meminta orang-orang dari studio datang dan memasang tungku pemanas untuk menghangatkan ruangan, namun ketika ayah dan ibunya pindah ke sana, tungku itu bocor yang mengakibatkan ibunya meninggal. Sejak saat itu, Walt Disney tak pernah ingin membicarakan mengenai sosok ibu lagi.

"Walt sangat terpukul dengan hal itu," tambahnya lagi.