Brilio.net - Kebahagiaan bisa datang dari siapa saja dan dengan alasan apa pun. Bahkan dari hal yang sering dipermasalahkan, seperti bau keringat.

Menurut sebuah studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Psychological Science, aroma keringat ternyata bisa membuat orang lain bahagia. Studi ini menemukan bahwa wanita menunjukkan tanda kebahagiaan lebih banyak ketika mencium bau keringat pria yang sedang bahagia, daripada keringat pria dengan emosi yang stabil.

Dikutip dari Time, Selasa (21/4), Gun Semin, pakar psikologi di Utrecht University, Belanda yang terlibat dalam penelitian itu mengatakan bahwa keringat yang diproduksi saat bahagia menimbulkan perasaan bahagia juga bagi orang-orang yang menciumnya. Seseorang yang sedang bahagia pasti akan menularkan kebahagiaannya itu kepada orang-orang di sekitarnya.

Penelitian dilakukan melalui eksperimen yang nggak biasa. Para peneliti menunjukkan cuplikan film kepada 12 laki-laki yang menimbulkan rasa takut atau kebahagiaan. Sedangkan, yang lainnya ditunjukkan klip dengan adegan netral. Setelah selesai menonton, para peneliti mengumpulkan sampel keringat laki-laki tersebut dengan menempelkan bantalan ke ketiak mereka dan meminta 36 wanita untuk mencium botol yang berisi aroma keringat dari para lelaki tadi.

Para peneliti mengukur ekspresi kebahagiaan mereka dan menandainya pada setiap sampel keringat. Ternyata, wanita tersenyum lebih banyak ketika mencium aroma keringat pria berbahagia dibanding keringat pria yang menonton adegan netral tadi.

Studi ini masih merupakan studi kecil dan membutuhkan penelitian lebih lanjut. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa chemosignaling atau penyampaian emosi melalui bau bisa menularkan emosi negatif terhadap orang lain. Namun, dengan adanya penelitian ini, menunjukkan bahwa bau keringat bisa menularkan emosi bahagia juga. Rasanya bau keringat yang enak ya bisa bikin bahagia kalau kecut mah ya jelas nggak bisa bikin wanita bahagia, kabur sih iya.