Brilio.net - Kamu suka berantem sama pacar tapi romantis lagi, dan akhirnya kalian tetap saja awet sampai sekarang? Rasanya mungkin nggak banget ya, menjadi kekasih orang yang kepribadiannya bertolak belakang sama kamu, tapi faktanya hubungan kamu dan dia bisa sejauh ini.

Apa sih yang membuat sebuah hubungan bisa awet padahal watak bertolak belakang banget? Dilansir brilio.net dari Lifehack, Kamis (15/10) inilah enam alasannya.

1. Kalian saling melengkapi satu sama lain

Tujuan menjalin sebuah hubungan adalah menemukan setengah jiwa kamu yang sebelumnya belum terlengkapi. Nah, hal ini tak akan terjadi kalau kamu menemukan orang yang wataknya seperti kamu. Separuh jiwamu tetap nggak akan terlengkapi kalau kamu menjalin hubungan dengan orang yang sama seperti kamu. Hubungan sepasang kekasih itu ibarat dua sisi mata uang, berbeda tapi tidak bisa dipisahkan karena satu sama lain saling melengkapi.

2. Kalian saling menyemangati satu sama lain

Loading...

Saat kamu mencintai seseorang, nggak menutup kemungkinan kamu akan terinspirasi oleh beberapa cara mereka dalam melakukan sesuatu, nah begitu pula sebaliknya. Misalnya saja dia terbiasa bekerja keras tapi masih bisa bersantai bersama kamu kala akhir pekan, atau kamu terbiasa rapi tapi tetap bisa bersabar dan tahu caranya bikin dia yang nggak rapi jadi rapi. Kalian juga saling memberi semangat kala terpuruk atau sebagainya. Jadi, kalian saling menginspirasi dan mendorong menjadi lebih baik.

3. Kalian mengisi kekurangan satu sama lain

Saat kalian berdua mengetahui kelemahan satu sama lain, bukannya saling menjauh tapi kalian justru berusaha menutupi kekurangan tersebut. Misalnya saja kamu pemarah, dia bisa bikin kamu adem, atau dia boros, kamu cermat dalam pengelolaan keuangan. Jadi, hidup kalian bisa saling mengimbangi satu sama lain.

4. Kalian mengakui dan menyadari kelebihan tak ubahnya terhadap diri sendiri

Selain menerima kekurangan, kalian berdua juga melihat kelebihan. Tapi kelebihan yang dimiliki masing-masing bukan membuat kalian berdua justru saling adu ego atau siapa yang lebih baik dari siapa. Alih-alih kalian berdua sama-sama memahami bahwa setiap orang memiliki kelebihannya sendiri, sehingga tidak bisa menyamakan persepsi terhadap sesuatu menggunakan satu perspektif saja. Selain itu kalian juga sadar diri kapan harus kalem dan keras terhadap satu sama lain.

5. Kalian menikmati perolehan pengalaman yang lebih banyak

Karena kalian berdua memiliki karakter yang jauh berbeda, maka preferensi kalian juga bisa berbeda. Namun begitu, kalian bisa menikmati sesuatu yang dia lakukan, pun dia juga tak protes dengan yang kamu lakukan. Justru kalian berdua bisa saling belajar pengalaman yang tak kalian alami selama sendiri-sendiri. Sehingga kamu dan dia sama-sama mendapatkan pengalaman baru. Misalnya saja, kamu yang nggak tahu basket, akhirnya tahu seluk beluk basket karena dia pebasket. Atau semisal kamu suka banget mendongeng untuk anak-anak, bisa bikin dia yang sebelumnya nggak deket sama anak-anak jadi semakin dekat.

6. Kamu dan dia sama-sama nyaman menjadi diri sendiri

Sepertinya, alasan kuat kenapa kamu dan dia yang terkesan kayak anjing dan kucing tetap bisa bersama dalam hubungan asmara adalah penerimaan kelebihan dan kekurangan satu sama lain. Setuju? Soalnya kalau kalian berdua sudah saling memahami karakter masing-masing dan cinta, maka nggak akan ada tuntutan untuk berubah aneh-aneh, kecuali memang bertujuan menjadi lebih baik. Dengan penerimaan dan pemahaman, kamu berdua akan sama-sama nyaman menjadi diri sendiri dan melakukan apa pun yang memang ingin kamu lakukan.

Nah sekarang jadikan perbedaan karakter untuk menguatkan hubungan ya, bukan malah jadi alasan berpisah.