Brilio.net - Zaman sekarang anggapan menikah harus menunggu mapan, punya rumah, dan tabungan ratusan juta rupiah, agaknya sudah mulai bergeser. Sekarang banyak remaja yang baru lulus SMA atau masih kuliah sudah memutuskan untuk menikah.

Berbagai alasan, seperti tidak mau pacaran atau memang sudah lelah menunggu, menjadi alasan tersendiri bagi para remaja untuk mengakhiri masa lajangnya. Namun untuk mencapai bahtera rumah tangga yang kokoh ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Nah, berikut brilio.net berikan hal-hal apa saja yang harus dipersiapkan saat kamu memutuskan menikah muda.

1. Kecocokan satu sama lain

Cinta tak akan ada artinya jika dari kedua belah pihak tidak merasa cocok satu sama lain. Kecocokan di sini bisa berarti saling memahami, mengisi, dan nyaman. Saling cinta namun tidak ada kecocokan akan jadi bumerang nantinya saat akan memutuskan segala masalah rumah tangga.

2. Finansial

Loading...

Ini juga menjadi aspek paling penting dalam sebuah pernikahan. Gak mau dong anak orang hanya kamu nafkahi sama cinta doang? Finansial di sini dari pihak laki-laki sudah memiliki pekerjaan di mana mampu menafkahi keluarga kecilnya tanpa harus meminta orangtua lagi. Namun bukan berarti kamu harus memiliki gaji puluhan juta maupun rumah besar, asal yang penting cukup maka pernikahan bisa dilangsungkan. Cukup itu bagi setiap orang batasnya berbeda-beda, hanya kamu dan pasanganmu yang bisa menentukan. Lagipula banyak orang berkata bahwa rezeki terkadang datang begitu deras saat kita sudah berkeluarga.

3. Ilmu rohani yang mumpuni

Sebagai seorang wanita, pasti kita merindukan suami yang bisa menjadi imam atau pembimbing kita di dunia maupun akhirat. Begitu juga sebaliknya. Lagipula ilmu rohani menjadi dasar penting setiap orangtua bagaimana mereka membesarkan anak mereka nantinya.

4. Rencana lima tahun ke depan

Ketika menikah muda, tentunya banyak kita yang masih menyelesaikan studi kuliah. Kamu dan pasanganmu dari awal harus membicarakan melanjutkan kuliah dulu hingga selesai atau cuti lalu memiliki anak dulu atau tidak. Selain itu kamu juga harus mulai merencanakan kapan akan membeli rumah, kendaraan dan lain-lain.

5. Mental untuk menjadi orangtua

Setiap orang yang menikah tentunya memiliki tujuan untuk meneruskan keturunan. Namun tidak semua orangtua memiliki mental yang kuat dan siap untuk membesarkan anak. Apalagi di usia muda mental masih di masa labil-labilnya, makanya perlu mental yang siap dan ilmu agama yang cukup dalam membesarkan anak.