Brilio.net - Apa yang bisa kita bicarakan dari bayi? Yang jelas mereka lucu dan menggemaskan. Pekerjaan mereka 'hanya' makan, tidur, menangis, dan buang kotoran. Ya kan?

Tapi ternyata, setelah kita amati, cara mereka berperilaku dapat membangkitkan naluri kita sebagai orang dewasa yang sibuk dengan kekacauan, yang kita hadapi sehari-hari. Mereka dapat mengajarkan sesuatu untuk kita, yang mungkin kita tidak sadari. Apa saja itu?

Dikutip brilio.net dari lifehack.org, Selasa (7/4), berikut 10 hal yang dapat kamu renungkan dari sikap keponakan kamu yang unyu-unyu. Check it out!

1. Bayi akan rewel ketika nggak mendapatkan waktu tidur yang cukup

Bayi itu memiliki kebiasaan dan kebutuhan tidur kurang lebih sampai 15 jam. Kalau kebutuhan itu nggak terpenuhi, mereka pasti menangis dan rewel. Begitu juga kita manusia dewasa. Kita banyak mengorbankan waktu istirahat untuk bekerja yang berakibat pada kesehatan memburuk, mood kacau, dan kegiatan lain pun tertunda bahkan terhambat. Hasilnya? Kita lebih banyak merasa stres dan justru nggak produktif.

Loading...

Jadi, jadikan tidurmu berkualitas ya, guys. Bukan hanya dari kuantitas, tapi kualitas juga.

2. Bayi nggak cemas kalau mereka berantakan, justru cinta mati!

Bersyukurlah menjadi bayi yang dianugerahi tampang (dan bahkan perasaan) innocent. Bagaimana nggak? Apa mereka pernah menunjukkan rasa bersalah dan takut karena bibir dan pipinya cemong karena cokelat, mengusapkan bekas cokelat di tangannya ke dinding putih, meninggalkan mainan tergeletak di mana-mana, dan banyak hal lagi?

Saat kita dewasa, kita belajar berpikir logis dan mengikuti norma-norma yang berlaku. Hal ini melatih kita untuk nggak melakukan kesalahan apa pun yang melanggar norma-norma tersebut. Atau minimal, mengajarkan kita untuk nggak melakukan tindakan yang bikin malu diri sendiri.

Sayangnya, terkadang apa yang kita lakukan justru kebablasan. Kita jadi takut berbuat kesalahan dalam banyak hal. Membuat kita jadi takut untuk memperjuangkan keinginan diri. Mau cita-cita kamu melayang begitu saja karena kamu takut melangkah?

3. Bayi selalu belajar hal baru

Bayi lahir dengan tanpa pengalaman. Mereka tidur, makan, dan buang kotoran, merupakan hasil belajar setiap hari. Bayi belajar itu karena adanya orang-orang di sekelilingnya. Nah, dari sikap bayi tersebut, kita juga jangan mau kalah. Jangan pernah menjadi orang yang sudah puas dengan apa yang kita tahu. Hal ini bikin kita menutup diri dan sok. Kita perlu berpikiran terbuka dan memiliki keinginan belajar supaya wawasan dan keterampilan kita terus bertambah seiring berjalannya waktu. Tentu saja, juga menjadikan kita lebih bijaksana ke depannya.

4. Bayi banyak bergerak

Jangan heran kalau ada orangtua yang bilang anak balitanya begitu aktif bergerak. Begitulah bayi. Itu pertanda mereka bahagia. Bukan seperti kita yang nggak jarang memilih bermalas-malasan di temapt tidur, menuju suatu tempat yang dekat kudu pakai kendaraan bermotor, dan sebagainya. Jangan menyesal kalau masalah kesehatan yang mendatangi kita. Intinya, pergerakan aktif bayi itu mengajarkan kita untuk rajin berolahraga. Yuk, bergerak!

5. Bayi nggak kecanduan teknologi seperti kebanyakan orang dewasa

Bayi bisa jadi diperkenalkan orangtuanya terhadapa teknologi, tapi apakah mereka keranjingan seperti kita? Apakah mereka mengecek ponsel setiap lima menit sekali bahkan bisa jadi kurang dari itu? Apakah mereka merasa gelisah ketika jauh dari gadget? Jawabannya, sama sekali nggak.

Kamu bisa merasakan imbasnya saat kamu mengambil waktu untuk jauh dari gadget. Kamu bisa lebih tenang, senang, dan produktif. Lagi pula, bila dilihat dari segi kesehatan, sinar radiasi yang dipancarkan gadget seperti smartphone atau komputer, bisa menagacaukan mood kamu, lho. Makanya nggak heran, kamu bisa terserang gelisah sebelum tidur ketika masih aktif bermain ponsel.

6. Bayi adalah penjelajah alami dan pemecah masalah

Bayi seringkali mengeksplorasi apa saja yang ada di sekelilingnya. Dan nggak jarang ketika menemui masalah, mereka bisa menemukan solusinya sendiri. Alamiah. Nah, dari hal itu, kita perlu belajar bahwa untuk menyelesaikan perkara, kita nggak boleh ragu untuk belajar dari banyak pihak, mencari-cari solusi tertepat. Sesekali bereksperimen memecahkan masalah hidup itu keren lho, guys. Kita jadi lebih banyak pengalaman, dong.

7. Bayi 'hidup' untuk saat ini

Kamu nggak perlu mengamati mereka terlalu lama untuk memastikan bayi memang hidup untuk apa yang sedang mereka hadapi pada waktu tertentu. Mereka nggak pernah bingung nanti makan apa, pakai baju apa, dan sebagainya. Inilah yang harus kita pelajari dari mereka.

Bukankah kita sering pusing bahkan stres memikirkan sesuatu yang amsih terjadi besok, bahkan belum tentu terjadi? Itulah kenapa hidup kita nggak pernah tenang. So, mulai sekarang, silakan merencanakan masa depan tapi jangan pernah mengkhawatirkannya. Mari lakukan yang terbaik yang kita bisa saat ini.

8. Bayi nggak terobsesi untuk menyenangkan orang lain

Siapa pun kita, pasti pernah merasa harus membuat orang lain senang. Bayi mah nggak begitu. Tapi tentu saja mereka ingin dicintai tapi mereka nggak terlalu khawatir tentang penampilan mereka atau bagaimana seharusnya mereka perlu menampilkan diri supaya orang lain cinta.

Orang dewasa lebih sering berpura-pura menyembunyikan perasaannya. Membuat mereka malah merasa terbebani. Jadi, mulai sekarang, beranilah untuk berekspresi. Jujur di hadapan orang lain akan menguntungkan dirimu sendiri dan orang lain. Dan selama kamu berbuat jujur dan baik, biarkan penilaian mereka berjalan. Hidupmu bukan ditentukan oleh mereka, bukan?

9. Bayi meminta (atau menangis) ketika membutuhkan sesuatu

Setiap bayi pasti membutuhkan bantuan orangtua atau pengasuhnya ketika membutuhkan sesuatu di luar kemampuannya. Kalau nggak berbicara yang walaupun nggak begitu jelas, mereka bisa menangis. Itulah cara mereka berkomunikasi.

Nah, dari sikap bayi tersebut, kita belajar untuk nggak gengsi. Kalau butuh bantuan, ya bilang saja. Nggak selamanya kita kuat bertahan dengan kaki sendiri. Sebab kita adalah makhluk sosial yang nggak pernah terpisahkan dari orang lain.

10. Bayi nggak membiarkan perkara sepele mencegah mereka melakukan apa pun dan menjadi apa pun diri mereka

Seperti penjelasan sebelumnya, bayi itu sederhana dan nggak ribet. Mereka menghadapi apa yang ada di hadapan mereka, alias nggak khawatir dengan apa yang terjadi ke depan. Mereka menjadi diri sendiri dengan mengekspresikan perasaan mereka secara jujur dan tulus. Kita bisa belajar dari bayi untuk nggak menjadi orang yang perfeksionis dan ribet terhadap segala sesuatu. Dengan begitu, hidup kita bisa aman, nyaman, dan damai.