Brilio.net - Sosok ini sangat familiar di dunia sebagai tokoh besar agama Buddha. Dia terkenal murah senyum, cinta kedamaian, dan ahli spiritual. Dialah Dalai Lama. Dari dia, kita bisa mengambil nilai-nilai yang tidak terbatas pada agama tertentu saja. Apa saja itu?

Berikut ini brilio.net merangkum 10 pelajaran hidup dari peraih Nobel Perdamaian 'The Nobel Peace Prize' di Oslo, Norwegia pada 10 Desember 1989 silam ini, seperti yang dikutip dari lifehack.org, Kamis (26/3).

1. Memiliki welas asih

Penelitian menunjukkan bahwa ketika kamu menunjukan rasa welas asih, kamu akan merasakan kebahagiaan sama seperti ketika kamu melakukan sesuatu yang menyenangkan selama liburan. Pada dasarnya, menunjukkan welas asih memberikan efek yang baik bagi kesehatanmu. Dia akan mengurangi stres, membuat degup jantung normal, dan memperbaiki sistem imun.

Kamu dapat menunjukan rasa kasih sayang dengan memahami perasaan dan emosi orang lain. Contoh nyatanya antara lain bisa menjenguk temanmu yang sakit, memberikan informasi pada temanmu yang sedang mencari pekerjaan, memberi sedekah kepada pengemis tua renta, menolong nenek-nenek menyeberang, atau bisa juga memberi makan kucing yang menghampirimu makan di warung kaki lima. Percayalah, sebanyak apa pun kamu menebar kasih sayang, sebanyak itu pula kamu akan mendapatkan timbal baliknya.

Loading...

2. Baik hati dan menolong orang lain

Pernah mendengar quote Dalai Lama "This is my simple religion. There is no need for temples; no need for complicated philosophy. Our own brain, our own heart is our temple; the philosophy is kindness"?

Dalai Lama ingin menyampaikan bahwa apa pun agamamu, yang penting adalah hatimu. Baikkah hatimu pada sesama? Bukankah hidup ini damai karena banyak orang baik? Dengan begitu, banyak pula kebahagiaan yang diciptakan.

3. Mendapatkan kebahagiaan

Ini juga kata-kata inspiratif Dalai Lama: "Happiness is not ready made—it comes from our own actions." Kebahagiaan bukan diukur dari materi yang kamu miliki, lho. Nyatanya kita sering terobsesi dengan materi, yang tidak jarang justru menjadi bumerang. Materi bisa membuat kita stres dan penuh kekhawatiran. Padahal kunci untuk bahagia ada dalam hati kita sendiri. Rasa kasih sayang, kesabaran, toleransi, dan ketulusan adalah kunci kita terbebas dari beban perasaan. Betul, tidak?

4. Menemukan kedamaian hati

Dalai Lama menyarankan kita supaya mengambil sedikit waktu dari 24 jam yang kita miliki. Waktu itu kita pergunakan untuk berefleksi dan membuang jauh-jauh segala hal yang negatif misalnya amarah, cemburu, rasa kesal, dan sebagainya. Kita gantikan dengan perasaan positif seperti optimis, penuh rasa terima kasih, cinta, dan kedamaian. "Pikiran yang tenang adalah sumber kebahagiaan dan kesehatan yang bagus," katanya dalam artikel '10 Lessons From Dalai Lama That Will Change Your Life'.

5. Jangan menyakiti orang lain

Ketika kamu mengatakan kebohongan, gosip, mencemooh, dan mengambil keuntungan dari orang lain, maka siap-siap saja semua itu akan kembali padamu. Prinsip Dalai Lama adalah jika kamu ingin ditolong orang lain, maka tolonglah mereka dan jika kamu tidak mau disakiti, jangan sakiti mereka.

6. Menjalani persahabatan

Persahabatan tidak akan pernah ternilai harganya. Persahabatan bisa menumbuhkan rasa saling percaya dan kasih sayang satu sama lain. Tidak jarang persahabatan yang sudah awet bisa menimbulkan rasa sedih mendalam saat kehilangan salah satu pihak. Hal ini bisa memicu rasa tertekan bahkan depresi, lho. Tapi jangan berpikir terlalu jauh ke sana, masa-masa dalam menjalani persahabatan akan diisi dengan suka-duka yang tak pernah terlupakan. Sahabat yang baik bisa menjadi teman yang tak hanya ada pada saat kamu senang, tapi juga kala sedih.

7. Jangan izinkan teknologi mengatur hidupmu

Kendati akun twitternya sudah memiliki 10 juta lebih follower, justru Dalai Lama memperingatkan kita untuk tidak menggunakan teknologi berlebihan. Alasannya antara lain:

a. Teknologi akan mengontrol hidupmu. Dalai Lama melihat orang-orang di tempat umum sibuk dengan ponselnya ketimbang berbicara dengan orang lain

b. Teknologi mempersempit kesempatan menjalin persahabatan dengan sosok yang nyata

c. Kecanduan teknologi tidak akan membantumu untuk meningkatkan rasa welas asih

d. Mengurangi interaksi sesama manusia berkurang

"Kitalah yang seharusnya mengontrol teknologi. Jika kita menjadi budak teknologi, sepertinya itu tidaklah bagus" (Dalai Lama).

8. Jangan membantah, tapi bernegosiasilah

Dalam berdialog membahas sebuah permasalahan, kita belajar untuk berkompromi dan bernegosiasi. Hal ini mencegah terjadinya perdebatan sengit bahkan permusuhan antar pihak yang terlibat. Kunci supaya tercipta kedamaian dalam sebuah dialog adalah jangan membawa masalah yang sudah-sudah, melainkan fokus pada permasalahan yang ada saja.

9. Ramah lingkungan

Supaya kita bertahan hidup, kita harus melakukan yang terbaik bagi planet tempat kita hidup. Kita belajar bagaimana caranya mencari dan memanfaatkan energi alternatif, tidak membuang sampah sembarangan, peduli terhadap isu-isu perubahan iklim dunia, dan sebagainya. Dalai Lama berpesan, kita bukan hanya berbuat baik bagi sesama manusia saja tapi juga bumi kita.

10. Belajar dari kegagalan

"When you lose, don’t lose the lesson" (Dalai Lama)

Setiap orang pasti pernah mengalami kegagalan dan melakukan kesalahan. Dalam Lama mengatakan itu semua proses hidup yang harus dilalui. Melakukan refleksi dapat membantu kita belajar memperbaiki diri.

Nah, bagaimana guys, sudah siapkah kamu belajar dari Dalai Lama? Hidup cuma sekali, lho. Jangan buang waktu memikirkan hal negatif, ya. Selamat hidup sehat dan berbahagia!