Brilio.net - Daging kambing merupakan bahan makanan yang lazim bagi masyarakat Indonesia. Terlebih di beberapa daerah, olahan daging kambing seperti sate rasanya merupakan menu wajib sehari-hari. Apalagi saat momen Idul Adha, kebanyakan masyarakat pasti akan menikmati makanan yang mengandung daging kambing.

Selain rasanya yang lezat, ternyata ada beberapa mitos yang banyak beredar di masyarakat tentang daging kambing. Nah, kira-kira mana sajakah yang termasuk fakta dan dapat dipercaya?

Berikut 6 fakta & mitos daging kambing yang brilio.net kumpulkan dari berbagai sumber, Kamis (25/8).

1. Daging kambing pemicu darah tinggi.

mitos daging kambing yang bikin orang salah kaprah © 2016 brilio.net

Faktanya, pakar kesehatan menganggap daging kambing bukanlah pemicu utama masalah hipertensi atau tekanan darah tinggi. Belum ada penelitian ilmiah bahwa daging kambing bisa memicu tekanan darah tinggi. Ini hanya kepercayaan masyarakat. Kalau pun memang benar, itu dipercaya karena pengaruh mengonsumsi protein (berlaku untuk semua jenis daging) yang terlalu banyak.

2. Dapat meningkatkan kejantanan kaum pria.

mitos daging kambing yang bikin orang salah kaprah © 2016 brilio.net

Faktanya, hormon yang berpengaruh terhadap libido adalah testosteron. Hampir semua daging mengandung protein tinggi, yang bila dikonsumsi dalam jumlah tertentu mungkin saja berpengaruh terhadap pembentukan testosteron, sehingga libido dapat meningkat.

3. Bau 'prengus' atau tidaknya daging kambing tergantung cara pemotongannya.

mitos daging kambing yang bikin orang salah kaprah © 2016 brilio.net

Faktanya, kambing yang dipotong dalam keadaan stres membuat rasa dagingnya tidak enak. Agar kambing tidak stres, maka kambing perlu dijaga dengan baik sebelum dipotong. Tidak  ada penyiksaan (dipukul atau ditarik-tarik), dan langsung dipotong dengan pisau yang betul-betul tajam.

4. Daging kambing lebih sehat daripada daging sapi.

mitos daging kambing yang bikin orang salah kaprah © 2016 brilio.net

Ya, daging kambing memang memiliki kandungan asam lemak tak jenuh lebih banyak daripada daging sapi. Lemak tak jenuh ini lebih bermanfaat untuk kesehatan daripada lemak jenuh. Kandungan lemak jenuh (yang cenderung meningkatkan kolesterol darah) daging kambing 8,5 kali lebih rendah daripada daging sapi.

5. Menyantap daging kambing bersamaan dengan buah durian bisa berakibat tidak baik.

mitos daging kambing yang bikin orang salah kaprah © 2016 brilio.net

Sebenarnya tidak ada kaitannya, namun buah durian adalah jenis buah yang mengandung lemak cukup tinggi. Dan dalam daging kambing pun terdapat kandungan lemak. Jika keduanya dikonsumsi oleh orang yang punya riwayat penyakit jantung, tidak menutup kemungkinan penyakit tersebut akan makin parah. Tapi, bila disantap oleh  orang yang sehat, tidak akan menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan.

6. Daging kambing tidak baik untuk ibu hamil.

ibu hamil  © 2016 brilio.net

Faktanya, daging kambing cukup aman bila dikonsumsi oleh ibu hamil. Tentu saja dengan syarat ibu hamil tidak mengidap masalah hipertensi dan maag akut.

(brl/gib)

(brl/gib)