Brilio.net - Bagi Rinaldi Maulana (26), seorang travel blogger, gunung bukanlah destinasi yang sembarangan. Pria asal Lombok ini percaya bahwa gunung bisa mengajari tentang hidup. Naik gunung ibarat kehidupan, membawa sebuah beban dari bawang hingga puncak.

Pegawai hotel yang sudah traveling sejak SMA ini tidak kurang 30 kali mendaki Gunung Rinjani, Lombok. Dari puluhan itu, ada satu pengalaman yang selalu terkenang dalam ingatannya. Ya, dia bersama rombongan pernah naik gunung ini ‘ditemani’ dengan Dewi Anjani.

Berdasarkan kepercayaan masyarakat setempat, Dewi Anjani merupakan seorang ratu jin Islam. Tokoh legenda ini mempunyai sebuah kerajaan di Kawah Mati dan singgasananya ada di Puncak Rinjani. Akan tetapi, tidak semua orang bisa melihat sang ratu ini.

Sekitar tahun 2010, cowok yang akrab dipanggil Rey ini melakukan pendakian bersama empat orang lainnya. Rey sebenarnya tidak merasakan gelagat aneh kecuali pas hari terakhir. Saat dia turun dari Pos 2 Senaru ke Ekstra Senaru, dia mendengar tangisan seorang wanita. Anehnya, hanya dia yang menangkap isakan tersebut.

Salah satu anggota rombongan, Obi, adalah orang yang bisa menjelaskan siapa sosok dibalik tangisan tersebut. Cowok indigo ini menerangkan jika isakan itu berasal dari seorang cewek yang telah meninggal di gunung tersebut.

Loading...

Tangisan sangat menggangu baginya dan menambah rasa was-was. “Karena perjalanan pas Maghrib, khawatir bakal selamat atau enggak,” tuturnya kepada brilio.net ketika dihubungi melalui layanan bebas pulsa 0800-1-555-999, Kamis (3/12).

Memang benar, setelah turun, ada petugas SAR yang membenarkan adanya kematian seorang cewek beberapa hari lalu.

Pengalaman Rey mendaki Gunung Rinjani ‘ditemani’ oleh Dewi Anjanifoto: http://blohisme.blogspot.co.id/

Hal yang lebih aneh lagi adalah selama perjalanan baik mendaki atau turun, rombongannya 'ditemani' oleh Dewi Anjani. Rey sendiri tidak bisa melihatnya, hanya Obi yang bisa. Pria yang dikenalnya lewat komunitas pendaki ini menjelaskan bahwa sosok tersebut berpakaian seperti layaknya pendaki.

Obi juga menambahkan bahwa Sang Ratu juga tidak mengganggu, hanya menemani saja. Rey mulai curiga dengan perjalanan selama tujuh hari karena banyak yang ‘ikut’. Usut punya usut ternyata memang ada seorang anggota rombongan yang melanggar pantangan.

“Memang ada seorang dari kami yang bawa jiwat,” tegas Rey. Itulah mengapa rombongannya ‘ditemani’ beberapa makhluk.

Cerita ini disampaikan Rinaldi melalui telepon bebas pulsa Brilio.net di nomor 0-800-1-555-999. Semua orang punya cerita. Ya, siapapun termasuk kamu punya kisah tersembunyi baik cerita sukses, lucu, sedih, inspiratif, misteri, petualangan menyaksikan keindahan alam, ketidakberuntungan, atau perjuangan hidup yang selama ini hanya kamu simpan sendiri. Kamu tentu juga punya cerita menarik untuk dibagikan kepada kami. Telepon kami, bagikan ceritamu!