Brilio.net - Pandemi virus corona membuat publik lebih peduli terhadap kesehatan. Salah satu cara menjaga kualitas tubuh agar tetap fit adalah dengan asupan suplemen vitamin C.

Mereka yang sebelumnya tak pernah mengonsumsi suplemen vitamin C, kini ikut mengonsumsi.

Vitamin C dipercaya memiliki banyak manfaat untuk tubuh, termasuk meningkatkan sistem kekebalan yang mampu menangkal serangan virus. Hal ini pula yang menimbulkan banyak apotek mengalami keterbatasan stok lantaran tingginya permintaan masyarakat.

Kondisi ini pun dibenarkan oleh Karinda Paramastri Dewi, apoteker di rumah sakit dr. Hardjolukito, Jogja.

ANDA MUNGKIN MENYUKAI INI

efektivitas suntik vitamin c © berbagai sumber

Karinda Paramastri Dewi (foto: Brilio.net/Ferra Listianti)

Selain dikonsumsi, ada juga suplemen vitamin C yang disuntikkan. Bagi pasien virus corona, pengobatan vitamin C melalui suntikan sangat diperlukan untuk menambah imun tubuh agar cepat pulih.

"Iya, ada pasien baru masuk langsung dapet injeksi vitamin C selama 4 hari terus habis itu ganti tablet," ucap Karina kepada brilio.net, Rabu (25/11).

Di tengah pandemi yang mengharuskan seseorang memiliki imun bagus agar tak rentan terserang virus, membuat rumah sakit menjadi tujuan utama untuk mendapatkan layanan suntik. Bahkan, rumah sakit di daerah Yogyakarta sendiri khususnya, menawarkan suntik vitamin C dengan harga promo bagi masyarakat umum.

Salah satu warga yang menggunakan suntik vitamin C, Tika Lestari, merasa perlu suplemen ini karena padatnya aktivitas yang mengharuskannya berpindah-pindah kota dalam waktu singkat.

efektivitas suntik vitamin c © berbagai sumber

Tika Lestari (foto: Instagram/@tikobolobolo)

"Aku lagi buka Instagram, kebetulan ada promo di RS UII, jadi aku test rapid sekalian sama suntik vitamin C. Pas itu kegiatanku padat banget dari LCC seleksi kabupaten, aku di hotel berhari-hari, jadi akhirnya memutuskan sebelum balik ke rumah aku menjalani itu biar tetep fit," terangnya kala dihubungi brilio.net melalui pesan singkat.

Metode suntik dipilihnya karena terbilang cukup efisien. Pasalnya, tidak perlu melalui proses pencernaan di lambung dan langsung diserap oleh darah.

Tubuh pun akan terasa segar dan bugar usai suntik vitamin C. "Alhamdulillah sampai sekarang aku benar-benar fit, untuk flu gitu alhamdulillah nggak. Tiba-tiba kayak strong gitu lho. Benar-benar tahan banget sama yang namanya pilek apalagi batuk," imbuhnya.

Kendati memberikan dampak signifikan bagi tubuh, menjalani suntik vitamin C secara terus menerus tidak disarankan oleh ahli gizi. Cara ini hanya disarankan bagi orang yang mengalami kekurangan vitamin C akut.

"Suntik vitamin C efektif untuk orang yang mengalami kekurangan vitamin C akut, dibuktikan dengan hasil laboratorium atau tanda-tanda seperti sariawan dalam jangka waktu yang lama, gusi berdarah, skorbut, perkembangan tulang dan gigi terhambat," terang Riyana Rochmawati, ahli gizi rumah sakit JIH.

Lebih lanjut, dia menuturkan, setiap orang memiliki dosis yang berbeda dalam kebutuhan vitamin C dalam tubuhnya. Metode suntik pun tidak dianjurkan jika dilakukan secara sembarangan dan di tempat yang kurang terpercaya dalam penanganannya.

efektivitas suntik vitamin c © berbagai sumber

Riyana Rochmawati (foto: Instagram/@riyanarchma)

"Dosisi vitamin C yang diperlukan seseorang berbeda, yaitu 75-150 mg untuk kondisi normal dan 300 mg untuk yang kekurangan vitamin C parah," terangnya.

Dia mengakui, adanya beragam manfaat yang didapatkan dari menjalani metode ini. "Selain meningkatkan kekebalan tubuh, suntik vitamin C bisa digunakan untuk mengatasi kekurangan vitamin C akut dan perawatan kulit, misalnya menghambat penuaan dini sehingga mengatasi keriput," paparnya.

Di samping beragam manfaat dari suntik vitamin C, terdapat juga dampak negatif yang ditimbulkan dan patut menjadi perhatian. Perlu diketahui, kelebihan vitamin C bisa mengakibatkan timbulnya berbagai penyakit dalam tubuh.

"Beberapa sumber menyebutkan efek sampingnya bisa meningkatkan risiko diabetes jika vitamin C yang disuntikkan mengandung gula tinggi, memperberat kerja ginjal, dan menopause dini," terang Riyana.

Bagi seseorang yang ingin menyuntikkan vitamin C dalam dosis cukup tinggi, kata dia, perlu berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter atau tenaga medis.

"Orang dengan kekurangan vitamin C ini dibuktikan dengan hasil laboratorium dan pemeriksaan medis, orang yang ingin merawat kulit atau meningkatkan imun dilakukan setelah dinyatakan aman oleh pemeriksaan dokter," jelasnya.

Kemudian yang tak kalah penting untuk menjaga daya tahan tubuh adalah istirahat dan olahraga yang cukup. Riyana menyebut, banyak masyarakat urban yang nutrisinya sudah sangat baik tetapi kurang berolahraga, pun waktu istirahatnya jauh dari kata ideal. Alhasil, daya tahan tubuh menjadi kurang baik dan rentan terpapar penyakit.

efektivitas suntik vitamin c © berbagai sumber

foto: pixabay

Begitupun dengan pasien terinfeksi virus corona. Mereka tak hanya mendapatkan suntik dan suplemen vitamin C, namun juga diberikan makanan bergizi seimbang dengan menjaga higienitas. Juga berjemur di pagi hari untuk mendapatkan vitamin dari matahari.

"Cara meningkatkan kekebalan tubuh dengan rajin olahraga, makan dengan gizi seimbang, menjaga higienitas, dan berjemur tiap pagi," terangnya.

Terkait dengan suplemen makanan, Riyana memiliki pilihan lain selain vitamin C. Dia menilai, bagi orang sehat dapat mengganti dengan suplemen makanan yang lain. Kandungan makanan yang terkontrol pun nyatanya mampu meningkatkan daya tahan tubuh.

"Vitamin B kompleks, A, dan E yang biasa sudah terdapat pada multivitamin. Melalui makanan yang tinggi protein, rendah gula dan lemak, serta tinggi antioksidan dari sayur dan buah berwarna juga sudah cukup," terangnya.

(brl/pep)