Brilio.net - Menahan buang air kecil berbahaya untuk kesehatan. Sering buang air kecil memang bagus bila dibarengi dengan asupan cairan yang masuk ke dalam tubuh. Ini menjadi pertanda tubuh mentoksin kotoran di dalam tubuh.

Namun, ada kalanya kita merasa intensitas buang air kecil yang terlalu sering, terkadang situasi ini membuat kita merasa tidak nyaman. Bahkan, tak jarang seseorang mengalami kondisi sering buang air kecil hingga mengompol.

Jika kondisi ini terjadi hampir setiap hari, maka perlu diwasapadai. Hal ini dapat menjadi gejala penyakit inkontinensia urine (IU) atau yang juga dikenal dengan sebutan kebocoran urine. IU adalah kondisi di mana tubuh kehilangan kendali terhadap kandung kemih yang menyebabkan seseorang buang air kecil di luar keinginannya.

Penyakit ini menjadi masalah umum yang sering dialami banyak orang, khususnya pada lansia, walaupun dapat terjadi pada usia lainnya. Bagi penderita IU, tingkat keparahannya bervariasi. Kadang-kadang mengeluarkan air seni ketika sedang batuk atau bersin hingga ingin buang air kecil yang begitu tiba-tiba dan kuat, sehingga tidak bisa ke toilet tepat waktu.

Penyebab inkontinensia urine

Mengenal inkontinensia urin Freepik/brilio

foto: brilio.net/syifa fauziah

Dokter dari The Clinic Beautylosophy, dr Patricia Kirstie menjelaskan, 30 persen orang dewasa mengalami kesulitan menahan rasa ingin buang air kecil. Kondisi IU 4 sampai lima kali lebih sering terjadi pada wanita. Sementara itu, 70 persen wanita mengalami saat hamil atau setelah melahirkan, 50 persen pria mengalami IU setelah pengangkatan prostat, dan 70 persen tidak meminta pertolongan jika mengalami IU ini.

"Ada banyak faktor pertama usia tua, seiring bertambahnya usia kejadia ini semakin sering terjadi, lalu faktor lainnya adalah kehamilan, proses persalinan dan menopause," ujar Patricia dalam Intimate Talkshow Media & Gathering The Clinic Beautylosophy.

Dilansir dari NHS, ada beberapa jenis penyebab inkontinensia urine, seperti melemahnya otot-otot yang digunakan untuk mencegah buang air kecil, melakukan operasi prostat, depresi, masalah kandung kemih sejak lahir, dan masih banyak lagi.

"Biasanya akan lebih parah jika sudah kehamilan kedua. Karena otot dasar panggul jadi melemah bahkan jadi rusak," tutur Partricia.

Mengutip Medical News Today, gejala utama penyakit ini adalah adanya kebocoran urin yang tidak disengaja. Pada sebagian orang akan mengalami kondisi ini sesekali tetapi juga dapat terjadi secara terus-menerus.

"Kalau sudah parah, mereka nggak akan sadar kalau sudah ngompol. Karena tidak bisa menahan buang air kecil," ucap Patricia.

Cara mengatasi inkontinensia urine

Mengenal inkontinensia urin Freepik/brilio

foto: brilio.net/syifa fauziah

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk megatasi inkontinensia urin. Salah satunya dengan melakukan senam kegel yang memiliki manfaat mengencangkan otot di dasar panggul.

Selain itu juga ada pengobatan inkontinensia urin ini, yakni dengan treatment magic chair yang hanya dilakukan selama 30 menit, namun setara dengan 12 ribu kali senam kegel.

Treatment ini bisa dilakukan wanita dan pria. Namun ada beberapa kondisi fisik yang tidak diperbolehkan, yakni pasien dengan ganguan irama jantung dan pasien baru memasang pen di tubuh.

(brl/pep)

(brl/pep)