Brilio.net - Manusia adalah makhluk sosial. Setiap orang tentu ingin dan butuh untuk berinteraksi dan menjalin hubungan dekat dengan orang lain. Karena dalam menjalani hidup, ada kalanya kamu butuh seseorang untuk mendengarkan dan memahami dirimu. Diakui atau tidak, jika kebutuhan itu tak terpenuhi kamu akan merasa kesepian. Ya nggak?

Rupanya, rasa kesepian tak hanya bikin kamu sedih tapi juga bisa berdampak pada kesehatan. Penelitian dari University of York sebagai buktinya. Menurut penelitian tersebut jika seseorang menghabiskan terlalu banyak waktu sendirian dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

Dikutip brilio.net dari Men's Health, Jumat (20/5), para peneliti sebelumnya telah mempelajari data dari 19 studi tentang kesepian dan mengasingkan diri serta dampak kesehatan yang ditimbulkan. Setiap studi mengidentifikasi syarat yang ditetapkan sebagai 'kesepian' atau 'mengasingkan diri' dengan cara yang berbeda.

Beberapa penelitian meminta peserta untuk menilai bagaimana perasaan dan apa yang dilakukan saat akhir pekan. Penelitian lain meminta peserta untuk menggambarkan ketersediaan untuk berinteraksi dan menjalin hubungan dekat dengan orang lain.

Hasilnya, para peneliti menemukan bahwa orang-orang yang kurang mampu bersosialisasi dengan orang lain 29% lebih mungkin untuk mengalami serangan jantung dan 32% lebih mungkin untuk menderita stroke daripada orang yang memiliki interaksi sosial dan menjalin hubungan dengan orang lain.

Loading...

"Orang yang kurang berinteraksi lebih berisiko untuk terkena serangan jantung dibandingkan dengan mereka yang menikmati waktu sendirian saja," kata penulis studi, Nicole Valtorta, Ph.D.

WAJIB KAMU BACA: Ini alasan kenapa penyakit jantung, stroke & diabetes bikin cepat mati

Sebagai contoh, seorang pria yang pindah ke luar kota dan harus meninggalkan sahabat dan rekan kerja terdekatnya lebih mungkin untuk mengalami masalah jantung dibandingkan orang yang memilih untuk selalu bekerja dari rumah.

Jadi, bagaimana tepatnya kesepian bisa menyebabkan serangan jantung atau stroke?

Ketika kamu dikelilingi oleh orang-orang yang kamu kenal dan kamu percaya, kamu bisa tidur nyenyak. Tapi jika kamu memiliki lingkaran sosial yang tak aman untuk membuatmu merasa terlindungi, kamu mungkin akan selalu waspada setiap waktu serta mendengar dan melihat segala sesuatu sebagai sebuah bahaya. Menurut penelitian dari University of Chicago, hal ini bisa mempengaruhi kemampuanmu untuk tidur.

Alhasil, kalau kamu punya jam tidur yang nggak teratur bisa melemahkan kemampuan tubuh untuk memperbaiki kerusakan dan fungsi tubuh yang terganggu. Akibatnya, penumpukan plak di arteri bisa kamu alami selama bertahun-tahun dan menyebabkan depresi dan kecemasan. Hal tersebut membuat terjadinya peningkatan risiko terserang penyakit jantung.

Nah, untuk meminimalkan efek kesepian yang kamu rasakan yang pada akhirnya akan menganggu kesehatan jantung, mulailah berinteraksi dengan orang lain. Jika kamu adalah orang yang suka berteman, temukan orang-orang yang bisa membuatmu jauh dari rasa kesepian. Habiskanlah waktu bersama mereka yang membuatmu bahagia. Kesehatanmu, lho!