Brilio.net - Kamu mudah sekali tertidur, tapi kemudian terbangun pada tengah malam? Namun setelah itu kamu berusaha keras untuk tidur kembali. Dapat dikatakan kamu terkena insomnia tengah malam.

Wah, kira-kira kenapa ya, kamu bisa mengalami itu? Sebagaimana dilansir brilio.net dari laman Genius Beauty, Kamis (31/12), ada banyak alasan yang menyebabkan kamu mengalami insomnia tengah malam, baik eksternal maupun internal.

Penyebab eksternal seperti suara bising dari jalan, suara dengkuran pasangan, terlalu banyak cahaya di kamar tidur, suhu yang salah (bisa terlalu dingin atau terlalu panas), hewan peliharaan yang ada di tempat tidur, kasur tak nyaman, dan banyak lagi. Sementara itu, penyebab internal juga bervariasi dan tergantung pada banyak parameter. Yuk, coba dibahas satu per satu!

1. Usia dan gender

Semakin tua seseorang, semakin mudah tidurnya terganggu. Orangtua sering tertidur pada siang hari dan bangun pada tengah malam.

Loading...

Sementara itu, wanita muda kadang bangun tengah malam terkait siklus menstruasi, tepat sebelum terjadi menstruasi. Wanita hamil lebih mudah terjaga pada malam hari karena berbagai alasan, antara lain kaki bengkak, nyeri punggung, sering buang air kecil, rasa panas, dan gerakan janin. Bangun tengah malam agak mengganggu wanita dalam fase menopause karena panas, terjadinya palpitasi, berkeringat, serangan kecemasan, dan stres.

2. Penyakit dan obat-obatan

Konsultasikan dengan dokter kalau kamu memiliki sleep apnea (penghentian bernapas), terutama jika kamu mendengkur atau bangun pegal-pegal pada pagi hari.

Penyebab kamu bangun tengah malam juga bisa karena nyeri kronis, seperti arthritis atau fibromyalgia.

Terlepas dari kenyataan bahwa setiap orang bangun untuk ke toilet, kamu harus tetap memperhatikan dan berkonsultasi dengan dokter jika sering merasa buang air kecil pada tengah malam. Terlebih kalau sering kali mengganggu tidur malammu.

Penyakit lain yang bisa bikin sering bangun tengah malam adalah diabetes, tiroid, ginjal, paru-paru atau penyakit kardiovaskular.

Selain penyakit, beberapa obat-obatan bisa menyebabkan orang bisa kurang jam tidur, seperti obat yang bersifat beta blockers dan diuretik.

3. Masalah mental

Stres, depresi, dan kecemasan sering disertai dengan insomnia dan terbangun tengah malam tiba-tiba. Nah, biar nggak bingung masalah tidurmu ini karena penyakit fisik atau gangguan psikologis, baiknya berkonsultasilah dengan dokter ahli.

Lantas, bagaimana caranya mengatasi gangguan tidur tengah malam?  

1. Jangan menghabiskan banyak waktu di tempat tidur. Beberapa orang berpikir bahwa lebih banyak waktu di tempat tidur mengartikan mereka bisa lebih banyak waktu tidur. Hal ini justru tak baik buat kamu yang memiliki insomnia. Sebaliknya, sediakan sedikit waktu di tempat tidur. Misalnya, pergi ke tempat tidur satu jam kemudian dari biasanya, dan bangun ada waktu yang sama seperti biasa.

2. Kurangi jam tidur siang. Tidur siang yang ideal adalah sebanyak 20 menit saja. Lebih dari itu bisa mengganggu jam tidur malammu sehingga kamu tidur telat.

3. Batasi konsumsi alkohol dan nikotin, cairan dan makan berat. Selain itu olahraga yang cukup, terutama tiga jam sebelum tidur.

4. Hindari kafein selama delapan jam sebelum tidur. Kafein mencegah kamu lebih cepat tidur dan mudah terbangun kala tengah malam.

5. Jangan melihat jam. Kalau kamu melihat jam melulu menunggu pagi, kamu akan semakin gugup dan khawatir. Dalam kondisi ini, jelas kamu nggak bisa tidur dengan nyaman lagi.

6. Belajar mengendalikan stres dan kecemasan. Cobalah untuk melakukan relaksasi sebelum tidur. Misalnya bermeditasi, membaca buku, dan sebagainya.

7. Pastikan kamar tidurmu gelap atau remang-remang, biar kamu cepat tertidur. Selain itu, jauhkan sumber bising dan smartphone supaya nyenyak tidurmu.

Selamat mencoba mendapatkan tidur yang berkualitas ya!