Brilio.net - Masjid sebagai produk budaya manusia tak sekadar tempat ibadah. Apalagi jika bangunan masjid sudah berusia 100 tahun lebih. Pasti punya nilai sejarah tersendiri.

Di Kota Medan, ada 4 masjid bersejarah yang banyak dikunjungi umat Islam tak hanya dari Medan saja. Warga biasanya melakukan wisata religi dan beribadah dii masjid tersebut. Selain usia bangunanya yang sudah tua, masjid-masjid tersebut juga memiliki cerita yang unik. Berikut informasi 4 masjid yang diperoleh Brilio.net dari berbagai sumber.

1. Masjid Raya Al Mashun

masjid © 2016 brilio.net-foto: @syarifahrifka

Masjid yang juga dikenal dengan nama Masjid Raya Medan ini dibangun pada 1906. Masjid ini merupakan salah satu masjid termegah di Medan. Sultan Ma'mun Al Rasyid Perkasa Alam sebagai pemimpin Kesultanan Deli waktu itu membangun masjid kerajaan dengan megah, dan lebih megah dari istananya sendiri, yaitu Istana Maimun.

Loading...

Masjid ini memiliki arsitektur perpaduan gaya Timur Tengah, India dan Spanyol. Meski sudah dibangun sejak 110 tahun yang lalu, masjid ini masih berdiri kokoh dengan ornamen aslinya. Tak hanya itu, pengunjung bisa melihat keindahan masjid yang masih mempertahankan ciri khasnya sejak resmi dibuka tahun 1909.

2. Masjid Al Osmani

masjid © 2016 brilio.net-foto: @indahpermatasari.lubis.7

Masjid Al Osmani adalah masjid tertua di Medan. Berada di Jalan KL Yos Sudarso kilometer 19,5 Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan. Masjid ini dibangun pada tahun 1854 oleh Raja Deli, Sultan Osman Perkasa Alam. Saat ini, usia masjid telah mencapai 162 tahun. Warna masjid ini cukup mencolok karena seluruh bangunannya dicat warna kuning terang serta sedikit corak hijau. Bagian dalam masjid juga memang didominasi warna kuning keemasan.

Perpaduan arsitektur pada bangunan masjid dapat dilihat pada pintu yang berornamen Tiongkok, ukiran bangunan bernuansa India, dan arsitektur bernuansa Eropa, serta ornamen-ornamennya bernuansa Timur Tengah. Sama seperti Masjid Raya Medan, di masjid ini juga terdapat lima makam raja Deli, yaitu Tuanku Panglima Pasutan (Raja Deli IV), Tuanku Panglima Gandar Wahid (Raja Deli V), Sultan Amaluddin Perkasa Alam (Raja Deli VI), Sultan Osman Perkasa Alam, dan Sultan Mahmud Perkasa Alam.

3. Masjid Badiuzzaman Surbakti

masjid © 2016 brilio.net-foto: backpackersejarah.blogspot.com

Ada yang unik dari Masjid Badiuzzaman Surbakti, yaitu pembangunannya yang menggunakan putih telur. Masjid yang terletak di Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan ini didirikan oleh Datuk Badiuzzaman Surbakti pada tahun 1885. Penampilan masjid yang satu ini terlihat sederhana.

Arsitekurnya bergaya rumah adat Melayu, dan memiliki atap berbentuk limas. Bangunan tersebut tak hanya sebuah masjid, karena di dalamnya ada juga ruang ibadah umat Nasrani. Masjid ini adalah salah satu bukti kerukunan umat beragama di Kota Medan.

4. Masjid Lama Gang Bengkok

masjid © 2016 brilio.net-foto: merdeka.com

Memiliki nama yang unik menjadikan masjid ini berbeda dengan masjid lainnya. Dulu, di depan masjid ini ada sebuah gang yang memiliki bentuk bengkok, kemudian dari situ nama rumah ibadah ini berasal.

Masjid yang didirikan tahun 1880-an ini dibangun di atas tanah yang diwakafkan Datuk Kesawan Haji Muhammad Ali. Selain tanahnya, pendanaan bangunan masjid ditanggung oleh Tjong A Fie, saudagar Tionghoa yang beragama non muslim. Arsiktektur bangunan masjid merupakan perpaduan dari berbagai budaya. Sejumlah ornamen berwarna kuning dan hijau bergaya Melayu, atap masjid khas Tiongkok, dan bagian gapura serta mimbar bergaya Timur Tengah.