Brilio.net - Sebuah penyulingan minuman beralkohol di Skotlandia menggunakan residu untuk daya pengoperasian pabriknya dan menghasilkan uap untuk penyulingan. Sementara itu, pembuatan bir di Jerman menggunakan air limbah sendiri untuk menghasilkan listrik, uap, dan air panas yang dibutuhkan untuk membuat produk-produknya. Di tempat lain, kulit pohon, lumpur limbah, dan bahkan sampah dari tempat pembuangan akhir sampah semua digunakan untuk menghasilkan listrik.

Semakin banyak perusahaan yang menggunakan produk limbah untuk pembangkit listrik. Salah satunya adalah Distributed Power dari General Electric (GE).

Distributed Power adalah generasi energi yang sangat dekat dengan titik penggunaannya. Ini termasuk teknologi yang menyediakan tenaga listrik dan mekanik untuk memindahkan cairan (seperti minyak) dan objek (seperti kendaraan).

Teknologi ini memiliki potensi menghasilkan listrik untuk digunakan pada pabrik. Teknologi Distributed Power dinyatakan lebih efisien dan dapat menghasilkan tenaga cadangan ketika sumber terbarukan intermiten seperti angin dan matahari tidak mampu memberikan energi yang cukup.

Kebutuhan Distributed Power kini semakin berkembang pesat. Penelitian menunjukkan bahwa peningkatan penggunaan listrik terhubung dengan pendapatan yang bertumbuh, pendidikan dan kesehatan, sehingga perlu lebih banyak sumber yang lebih dapat diandalkan. Untungnya, Distributed Power memiliki potensi untuk tumbuh bersama sesuai dengan permintaan.

Menurut angka GE, kapasitas Distributed Power tersebut akan tumbuh hampir 40 persen lebih cepat dari permintaan energi global. Pada tahun 2020, investasi dalam Distributed Power akan naik dari USD 150 miliar menjadi USD 206 miliar.

GE telah melihat potensi ini dengan meluncurkan bisnis Distributed Power dan mengumumkan USD 1,4 miliar investasi global untuk membantu memenuhi permintaan listrik di beberapa tempat.

Distributed Power gereports.com

foto: gereports.com

Sementara itu, sejumlah faktor telah bergabung untuk akhirnya ikut menyukseskan program GE tersebut, yaitu antara lain:

1. Distributed Power saat ini merupakan pilihan yang jauh lebih layak.

Teknologi ini lebih kecil, lebih efisien, dan lebih murah dari sebelumnya, sehingga ada lebih banyak perusahaan dari sebelumnya yang akhirnya menggunakan teknologi ini. Energi yang didistribusikan juga dapat diluncurkan lebih cepat dan dengan risiko yang minim dari pembangkit listrik besar.

2. Eropa berkomitmen pada tahun 2020 akan lebih konsen ke tujuan lingkungan, dan Distributed Power dapat membantu tujuan tersebut tercapai.

Kerstin Lienbacher, dari Distributed Power GE, mengatakan, “Eropa merupakan pasar yang beragam tetapi segala sesuatu yang dilakukan berkaitan dengan energi didorong oleh target 2020 tersebut. Di negara-negara seperti Jerman, ada banyak petani biogas yang baru-baru ini telah menggunakan mesin biogas karena insentif yang mereka terima.”

3. Mesin Jenbacher GE adalah pusat dari Distributed Power.

Mesin ini mengkonversi gas alam atau biogas dari berbagai sumber menjadi listrik. Mesin berkisar dari 250 kilowatt sampai 9,5 megawatt, dengan akhir yang lebih tinggi yang mampu menghasilkan daya dan panas untuk 18.500 rumah.

GE telah mengatakan bahwa secara global kini dunia telah memasuki Era Gas dan telah merilis sebuah laporan akan pernyataan tersebut.