Brilio.net - Fenomena super blue blood moon atau gerhana bulan darah akan menyapa Indonesia pada Rabu (31/1) mulai pukul 18.48 WIB hingga 22.11 WIB. Gerhana ini terbilang spesial karena bulan berada dalam fase supermoon dan bluemoon.

Supermoon merupakan kondisi bulan terlihat lebih besar karena berada di posisi paling dekat dengan bumi. Sementara bluemoon merupakan istilah untuk bulan purnama yang terjadi dua kali dalam satu bulan kalender.

Menurut BMKG, femomena gerhana bulan kali ini juga akan menjadi yang terlama di abad ini. Masyarakat pun dipersilakan untuk menikmati fenomena ini dengan mata telanjang karena tidak berbahaya.

Nah, buat yang nggak mau sekadar menikmati dengan mata telanjang, nggak ada salahnya kalau kamu juga ikut mengabadikan fenomena yang terakhir terjadi 152 tahun lalu ini pakai gadgetmu.

Nggak perlu kamera DSLR, kamu juga bisa mengabadikan menggunakan smartphonemu. Yuk intip trik-triknya seperti yang brilio.net rangkum dari berbagai sumber di bawah ini, Rabu (31/1).

1. Pakai tripod untuk smartphone.

trik memotret gerhana bulan pakai smartphone © 2018 berbagai sumber

foto: cnet.com

Jika memotret bulan di malam hari, kamu pasti akan dihadapkan dengan kondisi yang minim cahaya. Kamera smartphone biasanya akan menyesuaikan exposure atau shutter speed secara otomatis ketika berada di kondisi yang minim cahaya.

Jika shutter speed dalam kondisi lambat atau long exposure, maka hasil foto biasanya akan sedikit goyang dan kurang fokus. Untuk itulah kamu membutuhkan tripod dalam kondisi seperti ini.

Tripod ditambah fitur timer yang biasanya ada di kamera smartphone akan membantumu menghasilkan foto yang lebih tajam ketika membidik gerhana bulan.

2. Pilih tempat pemotretan yang tepat.

trik memotret gerhana bulan pakai smartphone © 2018 berbagai sumber

foto: newsweek.com

Memilih tempat yang tepat tentu akan berpengaruh terhadap hasil fotomu. Pilihlah tempat-tempat yang cenderung minim cahaya sehingga polusi udara tidak terlalu banyak dan mengaburkan cahaya bulan yang indah.

Tempat pemotretan yang tepat juga bisa menunjukkan skala pembanding antara bulan dan objek-objek sekitarnya. Misalnya, pantai bisa menampilkan bulan yang dekat dengan horizon atau cakrawala.

3. Gunakan smartphone yang mumpuni.

trik memotret gerhana bulan pakai smartphone © 2018 berbagai sumber

foto: rxseo.net

Memotret gerhana bulan memang tak perlu menggunakan kamera DSLR canggih yang harganya selangit. Namun kualitas kamera smartphone yang baik juga diperlukan agar hasil foto tak mengecewakan.

Smartphone-smartphone seperti iPhone 7 Plus memiliki sejumlah fitur yang sangat membantu penggunanya dalam memotret objek tertentu seperti gerhana bulan.

Fitur-fitur itu antara lain mode manual yang bisa dimanfaatkan untuk pengaturan yang lebih leluasa, dan juga fitur optical zoom yang berfungsi untuk memperjelas objek tanpa harus membuat gambar menjadi pecah.

4. Perhatikan komposisi.

trik memotret gerhana bulan pakai smartphone © 2018 berbagai sumber

foto: cbc.ca

Banyak yang bilang komposisi sangat mempengaruhi bagus tidaknya sebuah foto. Hal tersebut juga berlaku ketika kamu memotret gerhana bulan. Kamu bisa mengaktifkan garis kisi yang biasanya ada dalam pengaturan kamera smartphonemu.

Garis ini berguna untuk membantumu mengatur letak objek utama dengan tepat. Komposisi yang bagus biasanya meletakkan objek di salah satu dari empat titik grid. Kamu juga bisa membuang elemen-elemen yang tak sesuai dengan tema foto kamu. Namun kamu juga harus mempertahankan elemen-elemen yang bagus agar tidak terpotong atau keluar dari frame.

5. Jika perlu pakai alat bantu.

trik memotret gerhana bulan pakai smartphone © 2018 berbagai sumber

foto: skyandtelescope.com

Memotret gerhana bulan memang sangat optimal jika menggunakan lensa tele. Namun jika kamu menggunakan smartphone, kamu bisa memanfaatkan alat bantu seperti teleskop atau teropong. Dalam perpaduan kamera smartphone dengan teropong, konsep fokus fotografi yang dipakai adalah afocal. Konsep ini mengharuskan kamu meletakkan dan menyejajarkan kamera dengan lensa okuler (eyepiece) yang terpasang pada teleskop.