Brilio.net - Sony Indonesia baru saja meluncurkan kamera terbaru Alpha 7C dan lensa zoom FE 28-60mm F4-5.6 yang merupakan kamera dan lensa zoom terkecil dan teringan di dunia yang dilengkapi berbagai teknologi dan fitur terdepan. Kamera yang dibanderol Rp26,9 juta (body only) dan Rp31,9 juta (dengan lensa kit SEL2860) ini bakal hadir di Indonesia pada Desember 2020. Pemesanan pre-order sudah bisa dilakukan mulai 6 hingga 22 November 2020 di seluruh Sony Authorized Dealers dan toko offline.

“Kamera terbaru Alpha 7C ini menggabungkan berbagai teknologi pencitraan terdepan, sangat nyaman digunakan dan merupakan perangkat yang cocok untuk seluruh pecinta fotografi dan videografi, mulai dari pemula, para kreator hingga profesional,” ujar Kazuteru Makiyama, President Director PT Sony Indonesia.

Nah seperti apa kecanggihan kamera ini, berikut beberapa fiturnya.

1. Kamera dengan desain ringkas

Sony 7C © 2020 brilio.net

Loading...

Kamera ini menggabungkan kemampuan kualitas gambar full-frame khas Sony, fitur kapabilitas AF terbaru, dan kemampuan serbaguna untuk fungsi perekaman video dalam desain yang ringan dan ringkas. Kamera ini menampilkan 24.2MP (sekitar efektif) 35mm full-frame dengan sensor back-illuminated Exmor R CMOS dan mesin pengolah gambar BIONZ X, menawarkan sensitifitas tinggi, resolusi luar biasa, 15-stop dengan rentang dinamis yang luas dan pemrosesan data gambar berkecepatan tinggi.

Kamera ini memiliki ukuran dan berat yang hampir serupa dengan Alpha 6600. Selain bodi yang ringkas, kamera ini juga sudah disematkan stabilitas 5-axis in-body dan unit shutter yang lebih canggih dan penggunaan konstruksi monocoque yang kerap digunakan dalam badan mobil dan pesawat terbang.

2. Kualitas gambar full-frame

Sony 7C © 2020 brilio.net

Kamera ini menggabungkan resolusi tinggi dengan gangguan rendah agar dapat menciptakan kualitas gambar yang sangat baik dan luar biasa untuk pengambilan gambar dan film sehari-hari seperti suasana alam, portrait, olahraga, fotografi jalanan, dan lainnya. Standar ISO semakin luas hingga 51.200 dan dapat diperluas hingga ISO 50-204.800 untuk pengambilan gambar lingkungan dengan cahaya rendah dan minim gangguan.

3. Autofokus akurat

Sony 7C © 2020 brilio.net

Menggunakan fungsi AI-driven, fitur Alpha 7C Real-time Tracking mempertahankan fokus yang akurat secara otomatis saat tombol shutter setengah ditekan. Ditambah lagi, tracking On plus AF-ON sekarang dapat dialihkan ke tombol khusus dan diaktifkan berbarengan saat menekan tombol AF-ON.

Selain itu, pengguna juga dapat menentukan subjek yang diinginkan hanya dengan menyentuhnya di monitor saat pelacakan sentuh telah diaktifkan melalui menu. Fitur ini tersedia untuk pengambilan gambar foto maupun film. Fungsi AF pada Alpha 7C juga menghadirkan fitur Real-time Eye AF untuk subjek manusia dan hewan guna mencapai fokus yang cepat dan akurat.

4. Perpanjangan kapabilitas video

Sony 7C © 2020 brilio.net

Pembacaan full-pixel full-frame tanpa pixel binning memungkinkan kamera ini menangkap lebih dari dua kali jumlah data yang diperlukan untuk video 4K. Selain itu, kamera ini jugta mendukung profil HDR dan S-Log/ S-Gamut, gerakan lambat dan cepat, perekaman full HD berkecepatan tinggi pada 120fps dan fitur video canggih lainnya yang menawarkan kapabilitas video luar biasa untuk menghasilkan rekaman video berkualitas tinggi.

5. Bukaan samping LCD

Sony 7C © 2020 brilio.net

Layar LCD kamera ini menawarkan fitur bukaan samping vari-angle layar sehingga memudahkan pengguna merekam swafoto, mengambil gambar dari atas kepala, permukaan tanah, dan angle lainnya sesuai kebutuhan. Selain itu tombol film diletakan di atas kamera agar mudah digunakan saat merekam dalam mode swafoto.

Soket headphone dan mikrofon juga disediakan untuk memantau suara yang direkam secara akurat, dan metadata yang dilampirkan ke rekaman film yang diambil secara vertikal pada kamera memungkinkan rekaman setelah ditransfer ke smartphone atau perangkat serupa, juga diputar ulang dan diedit dalam posisi vertikal.

6. Didesain tahan banting

Sony 7C © 2020 brilio.net

Kamera ini didesain sesuai dengan kebutuhan pengguna. Layar sentuh LCD pada kamera merupakan tipe touch-sensitive 3.0 dengan kurang lebih 921 ribu titik, menyediakan visibilitas yang tajam, bahkan di kondisi luar ruangan yang terang, dan mendukung pengaturan sentuh. Kamera ini juga tahan terhadap debu dan kelembaban untuk mendukung kebutuhan pengambilan gambar dalam lingkungan yang menantang.

Untuk menyederhanakan kebutuhan alur kerja, penggunaan fungsi Wi-Fi wireless-communication memudahkan pemindahan gambar dan video ke smartphone atau tablet untuk dibagikan, dilihat, dan disimpan.

7. Lensa zoom yang mumpuni

Sony 7C © 2020 brilio.net

Lensa FE 28-60mm F4-5.6 dengan bentuk terkecil dan teringan di dunia ini merupakan lensa zoom standar, memberikan kinerja optik yang mampu mencapai penggambaran full-frame pada bagian gambar manapun. Dengan berat 167g dengan desain mekanik dan optikal optimal dilengkapi struktur retraksi, lensa ini menjadi perangkat yang tidak tertandingi dari segi compactness dan keringanan. Hal ini memungkinkan para pengguna secara mudah membawanya di setiap kesempatan. Mulai dari pengambilan gambar sehari-hari hingga pemandangan, portrait dan travel. Ini merupakan lensa yang ideal untuk setiap mode pengambilan gambar on-the go di berbagai lingkungan.

8. Flash kecil-kecil cabe rawit

Sony 7C © 2020 brilio.net

Berbarengan dengan peluncuran kamera, Sony juga memboyong flash ringkas HVL-F28RM yang dirancang sesuai dengan Kamera mirrorless Sony. Flash ini menawarkan output cahaya GN28 25 konsisten, distribusi cahaya yang dioptimalkan dan performa flash secara terus menerus yang tidak akan mengganggu alur kerja pengguna, serta komunikasi nirkabel radio yang stabil dan kontrol radio multi flash.

Flash terbaru ini juga dilengkapi dengan kontrol flash yang baru saja diperkenalkan Sony yang terhubung dengan teknologi canggih pendeteksi 24 wajah pada kamera. Saat digunakan dengan kamera yang kompatibel, keseimbangan antara cahaya yang jatuh pada wajah subjek dan cahaya sekitar diperhitungkan untuk secara otomatis menyesuaikan dengan keseimbangan putih yang akurat agar wajah subjek ditampilkan dengan warna alami, seperti aslinya. Selain itu, kompensasi flash, rasio cahaya dan parameter flash detail dapat dikontrol langsung dari kamera yang kompatibel.