Brilio.net - Sejak pertama kali diresmikan pada tahun 2006 situs jejaring sosial Twitter masih eksis sampai saat ini. Padahal sekarang ini media sosial semakin berjamur mulai dari Facebook, Instagram dan lainnya, Twitter masih menjadi primadona bagi sebagian besar kalangan.

Baru-baru ini Twitter mengumumkan secara resmi kepada pengguna aplikasinya di Android untuk mengunduh pembaruan terkini. Hal ini dilakukan lantaran ditemukannya celah keamanan untuk aplikasi Twitter versi Android.

Dilansir brilio.net dari Digital Trends, Senin (23/12, Twitter mengungkapkan Adanya celah keamanan yang dapat membuat hacker untuk melihat data informasi pengguna, bahkan bisa mengendalikan akun pengguna untuk mengirim cuitan dan fitur direct messages.

Loading...

Kendati demikian, microblogging itu mengatakan belum menemukan pengguna yang menjadi korban celah keamanan ini, termasuk upaya pihak ketiga yang ingin mengambil keuntungan dari bug tersebut.

Dalam blog resminya Twitter juga mengatakan telah memperbaiki masalah tersebut. Meski demikian pengguna Android diminta untuk tetap memperbarui aplikasi sesegera mungkin untuk melindungi akun pribadi mereka.

"Kami tidak memiliki bukti kode berbahaya telah dimasukkan ke aplikasi atau celah keamanan ini telah dieksploitasi, tapi kami sudah memperingkatkan pengguna yang mungkin terdampak masalah ini," tutur Twitter melalui blog resmi perusahaan.

Sekarang ini Twitter hanya memperingatkan pengguna aplikasinya di Android. Untuk itu, pengguna aplikasi Twitter di platform iOS dapat dipastikan tidak memiliki masalah serupa.

Twitter juga mengungkapkan masalah ini sudah diperbaiki untuk aplikasi android versi 7.9.3.4 yang dirilis November lalu untuk Android KitKat. Serta, pengguna Lollipop dan versi Android yang lebih baru juga sudah mendapat pembaruan pada Oktober lalu (versi 8.18).

Jika tidak memperbarui aplikasi, maka yang bisa dilakukan pengguna Twitter agar lebih aman adalah dengan mengakses Twitter.com.

Dilansir brilio.net dari liputan6.com, Senin (23/12), masalah keamanan semacam ini juga pernah terjadi beberapa bulan lalu. Ketika itu, Twitter mengakui pihaknya tidak sengaja menggunakan data pengguna tanpa izin untuk iklan tertarget.

Hal ini terjadi adanya masalah dalam menu pengaturan di situs jejaring sosial tersebut. Menurut Twiter, pengguna yang memakai aplikasi seluler sejak Mei 2018 dan mengklik iklan, ada kemungkinan datanya dibagi dengan pengiklan.