Brilio.net - Sejak kemarin, netizen dunia digemparkan tentang adanya serangan siber serentak yang menyasar sistem keamanan. Banyak perusahaan dan instansi seperti rumah sakit terinfeksi serangan siber tersebut.

Dikutip dari laman Kementerian Komunikasi & Informatika (Kominfo) pada Minggu (14/5), serangan siber tersebut tergolong dalam teroris siber dengan sifat serangan tersebar dan masif serta menyerang critical resource (sumber daya yang penting).

Kominfo pun menanggapi ancaman berjenis ransomware. Ransomware sendiri merupakan sebuah jenis malicious software atau malware yang dapat menyerang sebuah komputer.

Ransomware akan mengunci semua file yang ada dalam komputer sehingga tak dapat diakses oleh si pemiliki komputer. Tak tinggal diam, pihak Kominfo pun memberikan informasi terkait antisipasi dan pencegahan dari serangan malware tersebut.

ancaman malware © 2017 brilio.net

Loading...

foto: kominfo.go.id

Nah, tapi kamu tak perlu khawatir sebenarnya. Berikut 9 tips sederhana untuk mencegah ancaman malware, seperti dilansir brilio.net dari laman Kominfo, Minggu (14/5).

1. Sebelum hidupkan komputer/server, terlebih dahulu matikan hotspot/wifi dan cabut koneksi kabel LAN/internet.

2. Setelahnya, segera pindahkan data ke sistem operasi non windows (linux, mac) atau lakukan back up (copy) data-data ke media lain.

3. Pastikan semua ter-backup ke media storage terpisah.

4. Kemudian aktifkan kembali koneksi wifi dan LAN/internet.

5. Jangan lupa lakukan update antivirus.

6. Serta mengudpate security pada windows dengan install patch  MS17-010 dari Microsoft.

7. Jangan aktifkan fungsi macros.

8. Non aktifkan fungsi SMB v1.

9. Block 139/445 & 3389 ports.

Pihak Kominfo pun memberitahukan kepada masyarakat luas bahwa belum ada solusi yang paling cepat dan jitu untuk mengembalikan file file yang sudah terinfeksi wannacry. Kendati demikian, memutuskan sambungan internet dari komputer yang terinfeksi adalah cara menghentikan penyebaran wannacry ke komputer lain.

Kominfo pun mengimbau agar pada hari Senin (15/5) kepada berbagai instansi untuk mewaspadai ancaman ini. Tak sekadar itu, pihak Kominfo pun memberikan konsultasi online yang bisa diakses di sini.