Brilio.net - Sekarang ini media sosial menjadi bagian penting untuk sebagian besar masyarakat di dunia. Ada saja alasan seseorang untuk menggunakan media sosial, mulai dari mempermudah komunikasi mereka antar sesama, melancarkan bisnis, menyelesaikan pekerjaan, bahkan sekadar memerkan foto-foto.

Di balik serunya bermedia sosial, ada beberapa hal pula yang dikhawatirkan pengguna. Yakni, kebocoran data-data pribadi. Meski pengelola akun sudah memastikan keamanannya, tetap saja para pengguna masih merasa khawatir dengan ulah hacker. Apalagi sudah ada beberapa kasus akun media sosial di-hack.

Nah bagi kamu yang ingin media sosial kamu aman dari hacker, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan. Apa saja? Berikut ulasannya, dilansir brilio.net dari berbagai sumber, Kamis (23/1).

1. Buat password yang sulit ditebak.

sosial media tidak mudah di-hack orang Istimewa

Loading...

foto: imore.com

Hal ini kerap diremehkan beberapa orang. Mereka membuat password sesederhana mungkin agar mudah diingat. Padahal ini sangat membahayakan akun mereka sendiri.

Penting untuk kamu password yang sulit agar tidak mudah dibobol. Untuk mengingatnya, cobalah simpan di note atau manapun yang menurut kamu aman, sehingga ketika kamu lupa bisa melihat catatan tersebut.

2. Sering ganti password.

sosial media tidak mudah di-hack orang Istimewa

foto: support.google.com

Cara lain yang bisa kamu lakukan adalah dengan rajin ganti password. Memang sedikit rumit, pasalnya kamu harus kembali mengingat password baru. Namun dengan mengganti password secara berkala akan membuat media sosial kamu lebih aman, dan pastikan juga untuk mengganti password yang jauh berbeda dari sebelumnya.

3. Log out akun dari perangkat lain.

sosial media tidak mudah di-hack orang Istimewa

foto: businessinsider.sg

Kebiasaan buruk hampir kebanyakan orang adalah lupa log out akun dari perangkat lain. Keteledoran ini bisa memberikan kesempatan orang yang tak bertanggung jawab nge-hack akun media sosial kamu. Mulai sekarang cobalah untuk memastikan jika kamu benar-benar sudah keluar dari perangkat tersebut.

4. Gunakan verifikasi dua langkah (Two-Step Verification).

sosial media tidak mudah di-hack orang Istimewa

foto: lifehack.org

Verifikasi dua langkah merupakan cara masuk ke dalam akun dengan memasukan password dan melakukan verifikasi lain. Verifikasi lain ini bisa melalui e-mail, sidik jari, dan SMS dari platform lain.

Beberapa website sudah mulai menggunakan verifikasi tambahan, misalnya Google Mail dengan tambahan memasukan kode melalui verifikasi ponsel.

5. Jangan sembarangan klik link dan gambar.

sosial media tidak mudah di-hack orang Istimewa

foto: unsplash.com

Dilansir brilio.net dari berbagai sumber, maraknya link yang berisi phising atau biasa dikenal sebagai pelacak. Terkadang secara sengaja atau tidak orang mengklik link-link tersebut yang akhirnya membahayakan media sosial mereka.

Phising link merupakan bentuk dari sambungan koneksi yang menyambungkan satu sumber ke sumber lain. Secara singkat phising link sangat berbahaya.

Phising link dibuat sebagai alat pelacak yang mampu mengetahui isi dari history browsing, ekstensi browser, hingga password yang disimpan di browser. Meski beberapa phising link ada yang cuma menjangkau ranah tertentu ada juga yang bisa mengambil semua data yang ada.

Tips penggunaan media sosial dengan bijak.

Media sosial hadir dengan tujuan mempermudah setiap pekerjaan atau urusan seseorang, misalnya berinteraksi. Sekaligus sebagai tempat kamu berbagi pikiran, informasi, foto ataupun video agar dilihat banyak orang.

Namun, dengan segala kemudahan yang tersedia, tentu kamu harus tetap waspada dan perlu bijak dalam bermedia sosial agar tetap aman. Jangan sampai hal yang harusnya menguntungkan, malah berbalik menimbulkan masalah.

Agar bisa menggunakan media sosial dengan bijak, berikut beberapa tipsnya, yang dilansir dari berbagai sumber, Kamis (23/1).

1. Berpikir sebelum mengunggah.

Banyak kejadian fatal akibat dari unggahan atau komentar seseorang di media sosial. Tak jarang pula orang lain sampai melaporkannya ke pihak berwajib gara-gara kalimatnya yang menyinggung pihak-pihak tertentu. Jadi, kamu harus berhati-hati.

Jangan sampai kamu menghina semua pihak, memfitnah, mempermalukan orang lain di media sosial yang nantinya berujung masalah. Kamu bisa terjerat UU ITE (Undan-undang Informasi dan Transaksi Elektronik) kalau berkata-kata sembarangan.

Sebelum memulai mengetik atau membuat konten, pikirkan dulu dampak dari semuanya. Sehingga, unggahan kamu tidak merugikan diri sendiri dan orang lain nantinya.

2. Silaturahmi.

Memanfaatkan media sosial untuk menjalin silaturahmi dengan teman, keluarga, tetangga, dan orang-orang yang pernah berinteraksi denganmu. Teknologi membantu menghubungkan kamu dengan mereka yang tinggalnya jauh di sana.

Jadi, kalaupun kamu tidak sempat saling mengunjungi, setidaknya melalui media sosial kamu bisa berkomunikasi seperti menanyakan kabar dan sebagainya.

3. Batasi menggunakan media sosial.

Media sosial memang mampu membantu kamu untuk berinteraksi dengan orang lain. Tapi, bukan berarti itu sudah cukup dalam keperluan bersosialisasi.

Sebisa mungkin, luangkan waktumu untuk bisa bersosialisasi langsung di kehidupan nyata.

4. Jaga privasi.

Jangan mudah membagikan informasi yang bersifat pribadi di media sosial. Terutama kalau kamu memiliki banyak teman yang sebenarnya tidak semuanya kamu kenal. Jangan mencantumkan alamat rumah, jadwal keseharian, kartu identitas diri, atau nomor kontak pribadi.

Untuk lebih meningkatkan keamanan, lebih baik kunci akun media sosialmu. Sehingga kamu bisa meyeleksi daftar pertemananmu.