Brilio.net - Film pendek adalah konten simpel dan kompleks dalam waktu bersamaan. Simpel karena durasinya pendek sehingga penonton gampang mencerna. Namun, film pendek juga kompleks karena sutradara harus membungkus cerita rumit dalam waktu singkat. Kisah yang diangkat juga beragam dan kental dengan cerita sehari-hari. Tak jarang jalan ceritanya mengandung pesan moral dan penuh makna.

Sama halnya seperti tiga film pendek Collabonation Series 3.0 karya terbaru dari IM3 Ooredoo Collabonation hasil kolaborasi 7 musisi muda Tanah Air. Berbeda dari karya sebelumnya, film pendek ini menginterpretasikan pesan utama dari ketiga lagu karya Iga Massardi, Kunto Aji, Hindia, Petra Sihombing, Asteriska, Rendy Pandugo, dan Sal Priadi yang dibuat saat di Collabonation CAMP akhir tahun 2020 lalu.

Pada Collabonation Series 3.0 ini mereka juga menjadi sutradara dalam ketiga film yang sarat makna dengan situasi pandemi saat ini, berkolaborasi dengan 3 sutradara muda Indonesia yaitu Naya Anindita, Gianni Fajri, dan Surya Penny sebagai co-directors. Adapun ketiga judul ketiga film pendek ini adalah ‘Tim Pegulat (Irama)’, ‘Angin di Lautan’, dan ‘Putaran’.

Seperti apa film pendek garapan musisi ini? Yuk, ikuti ulasan Brilio.net di bawah ini, Senin (26/7).


1. Tim Pegulat (Irama).

Adaptasi lagu, ini 3 film karya Kunto Aji, Hindia, dan Rendy Pandugo berbagai sumber

foto: YouTube/IM3 Ooredoo

Pertama ada film bertajuk Tim Pegulat (Irama) berdurasi sekitar 14 menit. Film ini disutradarai musisi Kunto Aji dan Sal Priadi bersama Surya Penny sebagai co-director. Tim Pegulat (Irama) menceritakan seorang laki-laki bernama Tim (Kristo Immanuel) yang terus mengalami pengalaman-pengalaman aneh dalam hidupnya.

Awal cerita pun dimulai dengan Tim terbangun di dalam kamar yang berisi tiga sosok pegulat. Tiga sosok tersebut terdiri dari seorang anak laki-laki, perempuan dewasa, dan laki-laki dewasa. Tiba-tiba ketiganya langsung menyerang Tim sembari bergumam “08-05-06.”. Tak berhenti di situ. Ketiganya terus menyerang Tim sembari berujar “extra-large bukan L” hingga dirinya tak bisa berkutik.

Kejadian absurd ini terus berlanjut. Ketiga pegulat ini juga menyerang Tim ketika tengah bekerja. Mereka mendatangi Tim sembari menyeretnya ke hadapan sang bos. Herannya, sang bos juga mengucapkan kalimat-kalimat aneh.

"Tahunan lalu, anak muda itu kerjanya cuma menonton, menulis soal gulat, gulat dan gulat aja di internet. Tidak jelas seperti apa masa depannya" ujar sang bos.

Rangkaian peristiwa aneh tersebut menjadi perenungan Tim akan kesalahannya selama ini. Ia juga sadar akan berbagai kesalahan kepada keluarganya karena terlalu sibuk dengan pekerjaan sehingga membuatnya kehilangan segalanya.

Film pendek yang dibangun dengan plot yang unik dan out of the box ini tentu sangat cocok buat kamu yang menyukai genre action-komedi. Menariknya ‘Tim Pegulat (Irama)’ divisualisasikan laiknya film era 1970-an dengan musik latar bernuansa Meksiko. Pada akhir cerita, kamu akan mengungkap teka-teki dari peristiwa yang dialami Tim.

2. Angin di Lautan.

Adaptasi lagu, ini 3 film karya Kunto Aji, Hindia, dan Rendy Pandugo berbagai sumber

foto: YouTube/IM3 Ooredoo

‘Angin di Lautan’ terinspirasi dari tradisi masyarakat suku Bajo di Wakatobi, Sulawesi Tenggara yang hidup bersama laut. Hidup di atas perairan Laut Wakatobi membuat suku yang satu ini terlihat berbeda.

Film ini menceritakan kisah seorang pemuda yang harus berlayar demi menafkahi ibu dan adiknya. Namun, ia juga harus menghadapi ketakutannya karena ayahnya tenggelam di lautan saat berlayar.

Trauma tersebut rupanya membuat pemuda itu takut berlayar mengarungi lautan. Ia terus menunggu di atas kapal sembari mengingat sosok sang ayah dengan teropong pemberiannya.

"Nak, Tuhan menyediakan alam dan isinya agar kita manusia dapat meminjam darinya dan menjaganya. Suara napas kita seakan berlomba dengan suara gemuruh ombak. Jika aku mendengarnya, aku mengingat kisah-kisah leluhurku yang telah bersatu dengan laut," ujar sang ayah.

Kata-kata sang ayah tersebut masih terekam jelas di benak sang pemuda. Ia mengingat lagi pesan sang mendiang ayah yang memberikan teropong kesayangannya sebagai warisan.

"Ingat selalu untuk siapa ayah pulang ke rumah," lanjut sang ayah.

Disutradarai oleh Baskara, Iga Massardi, dan Hindia, pembuatan film ini mendapat bantuan dari co-director Naya Anindita. Hasil karya ini memang patut diacungi jempol. Sebab, representasi lirik lagu ke dalam visual film ini begitu mengikat.

Siapapun yang menontonnya akan dibuat hanyut dalam alur cerita menyentuh. Selain itu penonton juga dimanjakan dengan kehidupan Suku Bajo dan keindahan alam Wakatobi dalam film ini.

Sinematografi apik dan angle-angle menarik membuat ‘Angin di Lautan’ menjadi film pendek fresh dan tak biasa. Ditambah lagi film ini menggunakan bahasa Bajo sehingga cerita begitu mengena di hati. Tertarik merasakan sendiri keindahan alam dan tradisi suku Bajo dalam film ini?

3. Putaran.

Adaptasi lagu, ini 3 film karya Kunto Aji, Hindia, dan Rendy Pandugo berbagai sumber

foto: YouTube/IM3 Ooredoo

Mengangkat topik tentang kehidupan, ‘Putaran’ disutradarai Rendy Pandugo, Petra Sihombing bersama dengan Gianni Fajri. Film berdurasi 19 menit ini terasa mengalir dan mudah dipahami walau tidak banyak narasi di dalamnya. Bergenre fiksi sains, ‘Putaran’ bercerita tentang perjalanan dua orang dalam persimpangan waktu antara masa lalu dan masa depan.

Keduanya memiliki misi menyelamatkan dirinya dan kehidupan di sekelilingnya. Meski berbeda dimensi, kedua tokoh tersebut memiliki tugas serupa, mengunjungi empat totem yang nantinya menjadi penentu apakah dunia mereka akan selamat atau tidak.

Menariknya dalam film ini Rendy, Petra, dan Gianni ikut menjadi aktor sekaligus sutradara. Suasana pengambilan gambar dan alur penceritaan begitu menarik ditambah hasil editing epic membuat ‘Putaran’ tak kalah dari film fiksi sains lainnya.

Itulah ketiga film pendek yang berhasil digarap langsung para musisi Tanah Air. Melalui karya tersebut, mereka berhasil merepresentasikan kondisi batin masyarakat di tengah pandemi Covid-19 yang penuh pergulatan, ketidakpastian, dan kegalauan.

Nah, jadi makin penasaran dengan ketiga film pendek ini? Tunggu apa lagi! ‘Tim Pegulat (Irama)’, ‘Angin di Lautan’, dan ‘Putaran’ dapat disaksikan di kanal YouTube IM3 Ooredoo atau klik langsung di sini.

Ikuti dan pantengin terus seluruh akun media sosial IM3 Ooredoo biar nggak ketinggalan info dan karya terbaru lainnya dari IM3 Ooredoo #Collabonation.

(brl/tin)

(brl/tin)