Brilio.net - Lonjakan kasus Covid-19 belakangan ini, membuat pemerintah memberlakukan program Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat. Dengan adanya PPKM itu diharapkan agar penyebaran virus Covid-19 bisa dikendalikan.

Adanya PPKM darurat ini, membuat masyarakat tak bisa banyak melakukan aktivitas di luar rumah. Untuk itu mereka perlu memikirkan segala cara untuk tetap bisa produktif dan bahagia selama di rumah saja.

Salah satu yang kerap dilakukan masyarakat adalah dengan menonton film. Beruntungnya saat ini platform nonton film secara daring ini sudah menjamur. Berbagai film dari berbagai negara diproduksi untuk menemani masyarakat selama di rumah saja.

Salah satunya yang terbaru adalah film berjudul A Perfect Fit yang tayang perdana di Netflix pada Kamis (15/7). Film garapan sutradara Hadrah Daeng Ratu ini merupakan sebuah film bergenre komedi romantis di mana tradisi dan modernitas memegang peranan penting, yang dibungkus oleh keindahan budaya dan tradisi Bali.

"Film ini temanya empowering woman, bagaimana sebagai perempuan menjalani hidupnya untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan," ujar Hadrah dalam konferensi pers virtual, kemarin.

Lantas seperti apa yang fakta menarik tentang film tersebut? Berikut rangkuman brilio.net dari hasil jumpa pers virtual, Jumat (16/7).

1. Cerita film

Film Netflix A Perfect Fit © 2021 brilio.net

foto: Netflix

Film ini mengisahkan seorang fashion blogger bernama Saski (Nadya Arina) yang tanpa sengaja mengubah takdirnya ketika mengunjungi sebuah toko sepatu.

2. Terinspirasi dari dongeng Cinderella

Film Netflix A Perfect Fit © 2021 brilio.net

foto: Netflix

Hadrah mengatakan bahwa film ini terinspirasi dari kisah klasik Cinderella. Dimana sebuah cerita kisah cinta yang berkaitan dengan dongeng. Kisah cinta yang kita sering khayalkan tetapi selalu diharapkan menjadi nyata. Hadrah pun memilih sepatu sebagai analogi dongeng yang diangkat dalam film ini.

“Memilih sepatu sama seperti memilih pasangan. Jika kita merasa nyaman dengan sepatu dan pijakannya, maka langkah dan hidup kita juga akan menjadi nyaman. Kisah cintanya berbeda karena jika biasanya dari mata turun ke hati, ini dari kaki naik ke hati. Dalam A Perfect Fit, tidak ada yang tidak mungkin dalam cinta," tuturnya.

3. Angkat tradisi dan budaya Bali

Film Netflix A Perfect Fit © 2021 brilio.net

foto: Netflix

A Perfect Fit menggabungkan romansa yang ringan dengan budaya dan tradisi Bali yang kuat. Dengan pengambilan gambar yang sebagian besar dilakukan di Bali. Penulis skenario sekaligus desainer produksi, Garin Nugroho mengatakan bahwa ia ingin memperkenalkan sisi Bali yang belum banyak dieksplorasi dalam budaya pop sebelumnya.

Misalnya Desa Tenganan yang merupakan desa tertua dan bagian dari Bali kuno yang disebut Bali Aga, melihat pembacaan Lontar, dan menyaksikan tradisi gulat lumpur atau Mepantingan.

“Bali menjadi penggabungan antara tradisi, modern, bahkan global dengan gaya hidupnya masing-masing, di mana hal ini menimbulkan banyak peristiwa di film ini. Semoga film kami bisa menjadi teman bagi warga Indonesia saat ini yang merindukan Bali," ucapnya.

4. Menghadirkan sederet aktris dan aktor papan atas

Film Netflix A Perfect Fit © 2021 brilio.net

foto: Netflix

Film ini menampilkan sederet bintang muda berbakat, seperti Nadya Arina, Refal Hady, Giorgino Abraham, Laura Theux, dan Anggika Bolsterli, serta para pemain kawakan termasuk Christine Hakim, Ayu Laksmi, Mathias Muchus, Unique Priscilla, dan Karina Suwandi.

5. Hadir di 190 negara melalui Netflix

Film Netflix A Perfect Fit © 2021 brilio.net

foto: Netflix

Para kreator menyampaikan harapan mereka bagi para penonton lokal dan global. Hadrah mengatakan, bahwa lewat film ini penonton bisa melihat budaya yang Indonesia punya

"Indonesia memiliki banyak sekali budaya yang tak lepas dari keseharian kita. Ada banyak hal menarik yang diangkat di film ini," tuturnya.

Sementara itu, Garin mengatakan bahwa penonton global dapat menyaksikan sebuah drama dengan komedi-komedi khas lokal melalui film ini.

"Banyak hal yang mungkin mengagetkan penonton global, seperti persyaratan menikah dalam tradisi Makassar dan Bali yang cukup rumit. Namun, saya harap hal itu akan menjadi sesuatu yang menarik dalam film ini," tutup Garin.

(brl/lea)

(brl/lea)