Brilio.net - Dunia pendidikan Indonesia belakangan kerap menjadi sorotan. Bukan karena prestasi, namun karena tingkah laku beberapa siswa yang berlaku tak sopan terhadap gurunya sendiri.

Bahkan beberapa waktu lalu, seorang guru di SMAN 1 Torjun, Sampang, bernama Ahmad Budi Cahyono harus meregang nyawa setelah dianiaya siswanya sendiri.

Belum hilang amarah masyarakat karena meninggalnya Ahmad Budi, kini muncul lagi sebuah video seorang siswa yang berani menantang kepala sekolahnya untuk berkelahi. Aduh!

Rekaman tersebut dibagikan oleh seorang netizen bernama Eris Riswandi. Dalam video berdurasi 30 detik tersebut, seorang siswa laki-laki awalnya terlihat duduk sambil berbicara dengan seseorang.

video siswa tantang kepala sekolah berkelahi © 2018 facebook

Tak berapa lama, masuk seorang pria berseragam PNS yang diduga kepala sekolah. Seketika siswa laki-laki dalam video itu langsung mengacungkan tangannya ke arah pria berseragam PNS tersebut.

video siswa tantang kepala sekolah berkelahi © 2018 facebook

Siswa laki-laki itu juga terdengar mengucapkan kata-kata kasar. Ia kemudian melepas seragamnya dan menantang pria tersebut.

video siswa tantang kepala sekolah berkelahi © 2018 facebook

"Ayo di lapangan aja pak!" ucap siswa tersebut.

Video yang diduga direkam di Purbalingga, Jawa Tengah, itu pun seketika viral di media sosial. Hingga berita ini diturunkan, video tersebut telah dibagikan 13 ribu kali dan mendapat ribuan komentar netizen yang ikut geram dengan kelakuan siswa tersebut.

"Sekarang anak-anak sekolah sudah tidak bisa dijewer, digampar, ditendang, dll. Kena dikit aja guru langsung dipidanakan. Jadi kalo ada anak yg nilainya tidak baik, akhlak tidak baik, dan tidak mau dididik, langsung kembalikan ke orang tuanya. Jangan diperam di sekolah, malah jadi sampah," komentar akun @Haman Riatno.

"Demikianlah efek dari HAM, guru gak boleh jewer, dll. Jadi siswa ngelunjak, jadi guru sekarang hanya menyampaikan materi tanpa bisa menanamkan nilai-nilai Budi pekerti dll. Karena saat siswa kelakuan seperti itu guru gak punya wewenang untuk menghukum dll.. Nyubit dikit guru masuk penjara. Jadi kami saat ini tenaga pendidik serba salah," sambung akun @Adi Al-Palembany.