Brilio.net - Kisah seorang ibu melawan macan tutul dengan tangan kosong ini terjadi di desa Badi Jhiriya di Madhya Pradesh, India. Wanita asli suku India ini membuat banyak orang salut. Tidak pikir panjang, demi menyelamatkan putranya dari mulut macan.

Dilansir brilio.net dari indiatimes.com, Selasa (7/12), kisah ini bermula ketika perempuan bernama Kiran sedang duduk di samping api unggun bersama ketiga anaknya, agar tetap hangat di luar gubuk. Namun, dalam beberapa saat seekor macan tutul muncul entah dari mana dan menangkap putranya, Rahul dengan rahangnya dan melarikan diri.

Tentu saja kejadian ini membuat Kirain dan anak-anaknya syok. Namun, dia tidak tinggal diam. Setelah memastikan anak-anaknya yang lain aman di dalam gubuk, Kiran pun lari ke hutan untuk mengejar macan tersebut.

Kiran akhirnya menemukan macan tersebut di semak-semak, tengah mencengkram anaknya dengan cakarnya yang tajam. Kiran berusaha sekuat tenaga mengusir macan itu.

ANDA MUNGKIN MENYUKAI INI

Dia berusaha mengalihkan pandangan si macan menuju ke dirinya. Kirain tampaknya sudah tak memikirkan nyawa sendiri, baginya Rahul harus selamat.

Sambil terus mengusir macan itu, Kiran juga menjerit-jerit minta tolong pada warga setempat. Setelah beberapa saat, macan tutul itu pun melepaskan Rahul. Kiran langsung mengambil dan menggendong putranya itu.

Namun, tak disangka itu hanyalah trik dari si macan. Dia berbalik dan menyerang Kiran.

Wanita pemberani itu, berhasil melawan sang macan dengan sekuat tenaganya. Sampai akhirnya macan itu lari meninggalkan anak dan ibu itu.

Warga setempat menghampiri Kiran usai mendengar suara teriakan dari ibu tersebut. Namun, saat warga sampai macan sudah lari jauh ke hutan.

Akibat melawan hewan buas itu, Kirain mengalami luka-luka. Sementara putranya mengalami luka dibagian punggung, pipi, dan matanya.

Kejadian ini pun diunggah ke media sosial. Banyak orang kagum pada keberanian Kiran. Mereka percaya, seorang ibu akan melakukan apapun demi anaknya, sekalipun harus melawan binatang buas yang bisa mengancam nyawanya. 

(brl/pep)