Brilio.net - Banyak cara yang bisa dilakukan orang untuk menghabisi nyawa orang lain. Kasus pembunuhan yang banyak terjadi saat ini pun di luar logika manusia normal. Ada yang dibunuh dengan cara disiksa, dibuang hingga dicor ke dalam semen.

Perbuatan keji ini mereka lakukan dengan motif yang juga beragam, tidak hanya karena rasa sakit hati, perlakuan tidak menyenangkan dan faktor bisnis juga bisa menimbulkan rasa persaingan dan tidak suka.

Sehingga dengan terbawa rasa iri tadi, orang bisa saja berniat bahkan melakukan pembunuhan terhadap orang lain. Sangat disayangkan jika mereka terbunuh dengan sia-sia tanpa adanya kesempatan untuk meminta maaf.

Dikutip brilio.net dari thesun, seorang ayah dan putrinya diracuni oleh seorang wanita tak dikenal di sebuah restoran di Rusia. Mereka meminum segelas wine yang ternyata sudah dicampur dengan racun tikus.

ayah putri diracun  © 2018 brilio.net

Loading...

Sang ayah yang bernama Sergei Skripal yang berusia 66 tahun dan putrinya Yulia 33 tahun saat itu tengah berada di sebuah restoran untuk jamuan makan malam. Yulia yang mengaku membawakan sebuah minuman dan akan bersulang dengan ayahnya ini, menerima sebuah barang dari temannya.

ayah putri diracun  © 2018 brilio.net

Pelayan restoran kaget setelah menemukan mereka terbaring di kursi dan terkapar. Keduanya dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk segera ditolong. Skripal adalah seorang mantan agen rahasia Rusia yang dulu pernah bekerja untuk memata-matai sindikat kejahatan di negaranya.

TheSun melansir, keduanya sengaja diracuni oleh seorang wanita yang tertangkap CCTV sesaat sebelum mereka pingsan karena keracunan. Pihak kepolisian menelusuri apakah sebenarnya ada motif kesengajaan dalam kasus ini atau memang mereka adalah target pembunuhan.

ayah putri diracun  © 2018 brilio.net

Informasi yang didapat, ternyata Yulia pernah memosting sebuah status di Facebook yang menginginkan Vladimir Putin untuk dipenjara karena banyak kecacatan dalam pemerintahannya. Semenjak beberapa hari status itu diunggah ke akun Yulia, ternyata nyawa ia dan ayahnya dalam keadaan bahaya. Dan hingga saat ini mereka masih mendapat perawatan intensif dari koma agar segera pulih.