Brilio.net - Keadaan ekonomi kurang baik dan kondisi istri yang sedang sakit membuat kakek asal Medan, Sumatera Utara, ini rela berjualan martabak keliling menggunakan gerobak. Padahal kakek ini belum lama dinyatakan terkena stroke ringan.

Dilansir brilio.net dari akun Facebook Novi Handayani pada Jumat (28/8), kisah ini diceritakan oleh wanita bernama lengkap Novi Handayani Situmeang. Ketika itu dia sedang lewat daerah Tumbung dan melihat seorang penjual martabak keliling yang sudah sangat tua dan sedikit membungkuk. Bahkan saat mendorong gerobak saja kakek ini terlihat kesulitan.

Melihat kondisi sang kakek yang sudah sangat tua namun masih berjuang mencari nafkah itu membuat Novi iba dan memutuskan untuk membeli dagangan si kakek yang ternyata martabak telur. Novi bahkan menuliskan bahwa ketika sedang membuat martabak telur, kakek ini sesekali tak bisa membalikan martabak telur yang sedang ia masak. Hal ini disebabkan sang kakek sudah tak bisa berdiri dengan baik lagi.

kakek stroke jualan keliling facebook

foto: Facebook.com/Novi Handayani

Loading...

"Pas ketika saya beli, dia nggak sanggup berdiri untuk membalikkan telur dadarnya dan minta saya mengambil kursi yang selalu digantung di gerobaknya. Sedih mendengar dan melihatnya," tulis Novi di caption Facebook-nya.

Kondisi kakek yang sudah terlihat tak begitu sehat itu membuat Novi penasaran dan bertanya mengapa kakek ini masih berjualan. Dan akhirnya si kakek mengatakan, kalau dia tak berjualan maka dia dan sang istri yang sedang sakit tak tahu harus makan dari mana, karena hanya ini satu-satunya sumber penghasilan mereka.

Novi semakin penasaran kenapa tak ada anak kakek ini yang membantu kalau memang istrinya sakit. Kakek penjual martabak keliling ini menjawab kalau dia dan istri memang tak memiliki keturunan dan hanya hidup berdua. Kakek ini juga menjelaskan bahwa sebenarnya dia baru mulai berjualan lagi setelah libur dua bulan karena terkena stroke ringan.

"Kakek sudah dua bulan nggak jualan karena sakit stroke ringan dan baru bisa ini hari jualan lagi," ujar Novi mengulang cerita sang kakek.

Sambil menceritakan kisah hidupnya itu, ternyata kakek pun mulai menangis karena sedih bila mengingat sang istri, maka dari itu dia semangat berjualan agar bisa menafkahi istrinya yang sedang sakit di rumah.

Sebenarnya setelah libur berjualan selama dua bulan, kakek ini berusaha mencari orang buat berjualan dan akan digaji. Namun niat baik kakek ini tak kunjung tercapai, sehingga dia memutuskan untuk kembali berjualan daripada dia tak memiliki penghasilan sama sekali.

"Buat yang pernah melintas di daerah Tembung seputaran sebelum jembatan besar Tembung, atau Simpang Bandar Setia, kalau melihat bapak ini, tolonglah sekadar singgah membeli Martabak Telur, dia jualan sekitar jam 4 sore keliling daerah itu," imbau Novi.

Hingga kini, unggahan kisah sedih ini sudah dibagikan lebih dari 6 ribu kali dan sudah disukai lebih dari 3,5 ribu kali, dan memunculkan komentar haru dari warganet yang melihat perjuangan kakek ini.

"Kakek ini beberapa tahun yg lalu pernah ter ekspos jg kak di instagram ada beberapa tim yg pernah donasi...

Kasian istri nya dirumah jg ga bs ngapa2in kak.. Bahkan yg nyediain buat dagangan nya kakek itu sendiri kak.. Sedih ya Allah semoga kita selalu bersyukur dgn apa yg kita punya.. Aamiin," tulis akun Shaqia Neisha Alnamira.

"Insya allah kalau sy melintas sore akan singgah ke kakek ini.akan sy bagikan ke fb gbr ini," tulis akun Adek Ritonga.

"Sampai malam juga kekek itu jualannya. Saya pernah beli juga ketika melintas di depan rumah," kata akun Herman Syahputra.