Brilio.net - Mahasiswa tingkat akhir atau yang sudah lulus, pasti mengerti bagaimana susahnya untuk mencapai tahap wisuda. Berbagai proses harus dilewati dan itu semuanya tidak mudah. Skripsi memang tahapan akhir yang rintangannya cukup sulit untuk dilewati. Seperti yang dikeluhkan oleh banyak mahasiswa tingkat akhir.

Namun perjuangan perempuan bernama Erni Susanti ini patut diacungi jempol. Meski dapat lulus dari perkuliahannya, ada kisah haru dan momen berat yang dilalui Erni ketika wisuda. Ia harus menerima kenyataan kalau upacara wisudanya tidak bisa dihadiri oleh sang ibu yang meninggal karena sakit. Padahal, ibunya telah membeli kebaya khusus untuk dipakai saat wisuda anaknya tersebut.

Dalam curhatan yang diunggah Erni di Facebook, perempuan ini flashback dengan keputusannya empat tahun lalu saat menentukan kuliah. Ia menceritakan kalau kondisi ekonomi keluarganya sedang tidak baik. Ibunya pun sempat menanyakan biaya kuliah nanti uangnya dari mana.

Dengan tekad dan keyakinan kuat, Erni tetap kuliah bermodalkan dari beasiswa. Dari awal kuliah, Erni menceritakan kalau ibunya ini selalu menanyakan kapan wisuda. Padahal saat itu, Erni baru ada di semester dua.

erni susanti kejar wisuda © Facebook/niken.c.caem.9

Loading...

foto: Facebook/niken.c.caem.9

"Tiap tahun mamak nanyak. Berapa lama lagi wisuda? Lama kali katanya. Padahal kuliah baru 2 semester. Tahun kdua kuliah. Dia nanya lagi. Uda mau wisuda? Karena asik ditanyain aja. Ku jawab bentar lagi mak. Langsung di ajak beli bakal baju untuk di pake pas wisuda katanya. Kuliah masih 2 tahun lagi," ujar Erni seperti brilio.net lansir dari unggahan Facebook miliknya, Sabtu (26/10).

Mendengar jawaban itu, ibu kemudian langsung mengajak Erni untuk belanja kebaya. Ya, kebayanya itu bakal dikenakan untuk menghadiri upacara wisuda sang anak. Namun satu tahun sebelum Erni diwisuda, sang ibu harus terbaring lemah di kasur karena penyakit yang dideritanya.

Akhirnya sebelum bisa memakai kebaya dan melihat anaknya wisuda, pada 16 Oktober tahun lalu, ibunda Erni mengembuskan napas terakhir. Namun kejadian itu membuat perempuan tersebut semangat membuktikan kalau perjuangannya di perkuliahan selama ini tidaklah sia-sia. Erni pun berhasil diwisuda pada tanggal 9 Oktober 2019 lalu.

"Pas nama orang tua dipanggil, sengaja lama maju kedepan. Berusaha gak nangis. Karena bukan kesedihan yang perlu di perlihatkan. Kebanggan lah yg patut di pertontonkan. Seorang wanita yang tak sekolah. Yang 11 tahun berjuang sendiri tanpa suami. Yang hanya berjualan sarapan pagi. Tapi bisa menyekolahkan anak nya sampai tinggi," katanya.

erni susanti kejar wisuda © Facebook/niken.c.caem.9

foto: Facebook/niken.c.caem.9

Ia pun menyempatkan 'laporan' ke makam ibunya. Dengan memakai seragam toga lengkap dengan medali dan topi, cewek ini mengabadikan fotonya di pusara sang ibu.

Curhatan Erni Susanti yang diunggah pada beberapa waktu lalu itu pun viral di Facebook. Hingga kini, postingan itu telah dibagikan lebih dari 7.000 kali. Sementara itu banyak warganet yang salut akan perjuangan cewek berhijab ini.

"Saya terkesan ada perempuan tangguh seperti anda Erni," tulis akun Rosiwarna Anwar.

"Pasti almarhum/a kedua org tua kamu bangga memiliki anak sehebat dan setangguh kamu," kata akun Desy Ristiyani.

"Kedua orang tua pasti sanggat bangga," ujar akun Nay Anggoro.